Sumenep,RPN – Ketua tim Investigasi dan pengawasan LSM Jatim Corruption Watch (JCW) Jawa timur, Abdurrahem Menilai, proyek Swakelola DAK 2020 terhadap Pembangunan 2 paket Jamban Sekolah yang ada di SMPN 1 Kalianget kabupaten Sumenep Madura diduga tidak sudah sesuai dengan aturan teknik yang telah ditetapkan.

“Temuan kami di lapangan pembangunan Jamban ini diduga tidak sesuai dengan aturan teknis yang ada,” ungkapnya.

Pasalnya, dalam kegiatan pembangunan ini tidak terdapat papan kegiatan, bahkan yang dipakai untuk spesi adalah tanah merah dan dalam aturan yang sesuai RAB pasir itu harus memakai pasir hitam/pasir lokal.

“Setelah kami melakukan Investigasi ke lapangan, kami menilai pada pembangunan Jamban di SMPN 1 Kalianget yang merupakan Program Swakelola DAK 2020 ini diduga sudah tidak sesuai dengan teknis yang ada, salah satunya papan kegiatannya tidak ada sesuai dengan Undang-undang nomer 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (KIP), serta pasir yang digunakan yakni menggunakan pasir merah,” Jelasnya pada media ini, Kamis (13-Agustus-2020).

Dengan adanya temuan ini, pria yang akrab disapa Rahem mengaku akan melakukan tindakan strategis yakni akan melaporkan kejanggalan dalam pembangunan ini ke pihak terkait, yakni ke Inspektorat.

Sampai berita ini dinaikkan, Kepala SMPN 1 Kalianget, Mostafa saat dihubungi beberapa kali oleh media ini belum bisa memberikan keterangan.

Zain/Dy

 63 total views,  1 views today

Baca Juga :  Polri Tangkap Admin Medsos WAG STM Se-Jabotabek Serukan Kerusuan Demo Hari Ini

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of