Purwakarta, RPN – Meningkatnya lalu lintas kendaraan komersial seperti truk, kontainer, dan bus, di masa new normal masih diliputi oleh tingginya risiko kecelakaan yang mengintai jenis kendaraan tersebut.

Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aprtindo), sekitar 60 persen hingga 70 persen kecelakaan truk disebabkan oleh human error, antara lain manajemen waktu berkendara yang kurang baik, perilaku pengemudi, dan keterampilan pengemudi.

Selain itu faktor lainnya adalah kondisi kendaraan termasuk kondisi ban, serta faktor eksternal, seperti kondisi geometrik jalan yang kurang memadai dan muatan yang berlebihan.

Sama seperti yang terjadi baru baru ini, terpantau oleh awak media puluhan truk pengangkut tanah merah setiap harinya melintas dari arah cempaka menuju tol sadang purwakarta, dan terlihat jelas truk truk tersebut melaju dengan kecepatan yang tidak semestinya, padahal truk tersebut sedang membawa muatan tanah merah. Senin ( 10/8/2020 )

Di khawatirkan hal tersebut bisa membahayakan pengguna jalan dan menyebabkan terjadi nya kecelakaan, khusus nya pengendara roda dua.

Seperti yang tertuang dalam UU no. 22 Tahun 2009 pasal 310 ayat (2),(3) dan (4) tentang lalu lintas dan angkutan jalan (UU LLAJ).

Salah seorang warga yang berinisial (A) yang berpropesi sebagai tukang ojek disekitaran sadang menjelaskan ” Sangat berbahaya sekali, kalau sampai ada korban”, ucap nya.

Dia juga menambahkan ” seharusnya pemerintah dan aparat kepolisian berkerjasama dengan Dishub turun kelapangan trus coba di cek surat izin angkutanya”, tutup nya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak dari armada belum dapat di konfirmasi.

Maman

 25 total views,  1 views today

Baca Juga :  Diduga Kuat Dikerjakan Asal-asalan, Pembangunan Jalan Menuju HKBP Onan Baru Pangururan

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of