Sampang,RPN – Pernyataaan Sikap Kajari Sampang Impoten Menghadapi Kepala Desa Sokobanah Daya, disampaikan oleh H. Toher selaku kordinator lapangan (Korlap) Aksi dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jatim Coruption Word (JCW) dalam aksinya, rabu (5/8).

Menurutnya, Elektabilitas kinerja Maskur Sebagai kepala Kejaksaan Negeri Sampang terus mengalami degradasi, hal itu disebabkan lemahnya penegakan hukum yang dilakukan Kejaksaan Negeri Sampang dalam mengungkap kasus korupsi yang menggurita di bumi bahari Sampang.

Kajari Sampang kerika menemui para pendemo (Foto Wie/RPN)

Salah satu kasus Dugaan Korupsi yang melibatkan aparatur Negara di kabupaten sampang adalah dugaan Kasus Korupsi Dana Desa (DD) Tahun 2018 di Desa Sokobanah Daya Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Sokobanah Daya, bersama dengan Pemilik CV. Madura Perkasa yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sampang.

“Seakan tidak bertaji dan lemah sahwat, Proses hukum dugaan korupsi Dana Desa (DD) di desa Sokobanah Daya yang dilaporkan sejak 15 Maret 2019, hingga saat ini belum ada kepastian hukum,” katanya.

Padahal berdasarkan ekspos yang dilakukan penyidik pada tanggal 27 Juli 2020, sudah jelas adanya perbuatan pidana yang dilakukan oleh, Jatem Kepala Desa Sokobanah Daya,
adapun indikasi korupsi yang dilakukan Kepala Desa Sokobanah Daya yang dilakukan bersama dengan pemilik CV. Madura Perkasa berdasarkan hasil penyelidikan

Diantaranya adalah telah terjadi dugaan tumpang tindih proyek DD Tahun 2018 dengan program APBD kabupaten Sampang Tahun 2014 yang dilakukan dengan sengaja. Proyek Dana Desa (DD) yang semestinya dikerjakan secara swakelola, ternyata di tenderkan Kepada pihak rekanan tanpa melalui proses lelang di ULP Kabupaten Sampang.

“Telah terjadi pemalsuan tanda tangan milik TPK dan kepala tukang pada surat pertanggung jawaban (SPj) yang dilakukan Kepala Desa Sokobanah Daya,” tambahnya.

Baca Juga :  10 Orang Ditangkap Saat Melakukan Pengerusakan Gedung ESDM, 8 Orang Masih Dibawah Umur

Berdasarkan hasil audit tim ahli dari ITS dan Inspektorat kabupaten Sampang ditemukan adanya kerugian Negara. Apabila hasil penyelidikan tersebut tidak bisa menjerat kepala desa tersebut ke Penjara, lalu dengan bukti apalagi kejaksaan bisa membawa Kades Sokobanah Daya ke penjara.

“Kami atas nama masyarakat desa sokobanah daya bersama lsm JCW Jawa Timur meminta kepala kejaksaan negeri sampang untuk menentapkan tersangkan dan menahan kepala desa sokobanah daya, dan direktur Cv. Madura Perkasa, atau kepala kejari sampang pergi dari bumi sampang,” tambahnya.

Wie

 65 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of