Samosir, RPN – Bupati Samosir Rapidin Simbolon monitoring pemberangkatan 16 ton ekspor perdana sayur mayur, berupa wortel, kol dan sayur putih Senin (3/8/2020).

Produk ekspor tersebut merupakan hasil pertanian dari anggota kelompok tani Desa Tanjungan, Kecamatan Simanindo yang tergabung dalam Koperasi Kasih Sinergi, Kantor Cabang Pemasaran Desa Sipira, Kecamatan Onan Runggu.

Dalam monitoring tersebut, Bupati Samosir didampingi Asisten II Saul Situmorang, Kadis Pertanian Viktor Sitinjak, Kadis Kominfo Rohani Bakara, Kadis Ketapang Rawati Simbolon, Camat Onan Runggu Junita Sinaga, Kabag PKP Hartopo Manik, Ketua Kelompok Tani Koperasi Samosir Kasih Sinergi Manatar Rumapea, Anggota Kelompok Tani Kasih Sinergi dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Samosir mengucapkan terima kasih kepada semua kelompok tani yang tergabung dalam Koperasi Samosir Kasih Sinergi, dimana Bupati pada kesempatan tersebut memberangkatkan ekspor perdana sayur mayur ke Taiwan sebanyak 16 Ton yang terdiri dari wortel, kol dan sayur putih, dimana ekspor hasil pertanian Samosir selama ini hanya melalui Berastagi, Kabupaten Karo.

“Jadi untuk hari ini kita langsung satu kontainer full kita berangkatkan langsung ke Taiwan, jadi mudah-mudahan ini adalah kebangkitan para petani di Kabupaten Samosir yang tetap Pemerintah Kabupaten Samosir yang tetap support baik dari sisi peralatan maupun dari sisi yang lain”, ungkap Rapidin Simbolon.

Bupati Samosir juga menambahkan, ” sebagai wujud penghargaan terima kasih Pemkab Samosir kepada para petani Koperasi Samosir Kasih Sinergi yang telah berhasil dalam ekspor perdana sayur mayur, Bupati resmi berangkatkan mobil kontainer yang membawa 16 ton sayur mayur dengan pemecahan 2 telur ditambah beras si pir ni tondi seperti dalam adat batak agar lebih meningkatkan hasil pertanian dan untuk mensejahterakan masyarakat Samosir.

Baca Juga :  DPD-RI Perwakilan Lampung Minta Hakim Bebaskan Kades

Pada kesempatan tersebut, Ketua Koperasi Samosir Kasih Sinergi Manatar Rumapea menjelaskan, bahwa seluruh hasil pertanian ini merupakan hasil pendampingan kepada kelompok tani maupun yang bukan kelompok tani di Kabupaten Samosir, yang saat ini sudah mencakup 7 kecamatan, dengan total luas lahan hampir 300 hektar.

Manatar Rumapea juga menambahkan, bahwa para petani yang bergabung akan dilakukan pembinaan dari tim ahli, mulai dari proses tanam, perawatan sampai siap panen.

” Kedepannya, kita akan terus mengedukasi dan membina masyarakat untuk mengembangkan pertanian organik, dan memang permintaan untuk sayur mayur yang organik jelas lebih tinggi, khususnya di negara-negara maju”, ungkap Manatar Rumapea. Kita juga akan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mengurus izin organik dan pelatihan dalam bidang pertanian, tambah Manatar Rumapea.

Jackson Pandiangan

 52 total views,  2 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of