Jombang, RPN — Peresmian Wisata Tangguh Semeru di Bale Tani Kecamatan Bareng, oleh Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab dilaksanakan, dengan demikian tempat wisata ini dinyatakan dapat dibuka secara umum bagi pengunjung Kamis,(3/7/2020).

Dengan didampingi Wakil Bupati Jombang, Kapolres Jombang, Kasdim Jombang, Asisten 2, Staf Ahli Bupati dan juga beberapa OPD Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab menandai peresmian Wisata Tangguh Bale Tani dengan pemotongan pita.

Ini merupakan awalan peresmian tempat wisata di Kabupaten Jombang. Dengan adanya peresmian wisata tangguh yang sudah sesuai dengan standar dan telah menerapkan protokol kesehatan ini bisa menjadi percontohan bagi tempat wisata lainnya di Kabupaten Jombang.

Jumlah anggota pada Asosiasi Wisata di Kabupaten Jombang yaitu 70 anggota yang terdiri dari tempat wisata dan juga rumah makan. Dengan diresmikannya Bale Tani sebagai Wisata Tangguh Semeru akan segera dijandikan contoh bagi tempat wisata lainnya yang ada di Kabupaten Jombang.

Ketua Asosiasi Pengusaha Tempat Wisata, M. Yusron menyampaikan bahwa semua anggota sudah diberikan instruksi untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di tempat wisata.

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho SIK, mengaku sangat mendukung sekali dengan adanya Wisata Tangguh Semeru. Dengan adanya ini semoga bisa menjadi awalan dan contoh bagi tempat wisata lainnya.

Dengan telah diresmikan Wisata Tangguh Semeru Bale Tani ini diwajibkan selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kedatangan pengunjung.

“Jaga selalu protokol kesehatan, karena di tempat wisata tentu banyak sekali
pengunjung yang akan berdatangan, jadi mari bersama sama selalu menerapkan protokol kesehatan demi mengurangi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19″, pesan Kapolres Jombang.

Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan bahwa untuk tempat wisata, rumah makan untuk berjualan tidak melarang. Asal sesuai dengan ketentuan aturan protokol kesehatan Pencegahan Covid1. Ada pembatasan jumlah pengunjung. Yaitu untuk penyediaan kapasitas tempat bagi pengunjung atau pembeli harus ada keseimbangan. Jika sebelum pandemi ini jumlah pengunjung atau pembeli 100% harus bisa dijadikan 50%, kalo berjumlah 50% akan terjadi keseimbangan untuk ruang kosong. Dengan demikian akan sesuai dengan protokol kesehatan.

Baca Juga :  Korem 071/Wijayakusuma Lakukan Rakornis Guna Sinkronisasi Data Covid-19

Bale Tani ini sudah sesuai dengan protokol kesehatan, dari pintu masuk sudah disiapkan cek point untuk cuci tangan dan pengecekan suhu badan dengan thermogun. Bahkan di Bale Tani ini juga disiapkan Ruang Kesehatan dengan peralatan kesehatan lengkap sesuai dengan protokol kesehatan.

(seco)

 87 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of