Lamongan,RPN – Hari kamis tanggal 9 juli 2020 bertempat di pendopo kelurahan Babat kabupaten lamongan puluhan warga mengadukan permasalahanya ke dewan pimpinan daerah LIRA kabupaten Lamongan, mereka mengadukan ketidak keberdayaan terlilit hutang renternir yang di nilai mereka sangat memberatkan, sebab sebagian besar warga itu dari kalangan menengah kebawah ada yang dari pedagang asongan dan ada juga yang ibu-ibu membantu mengatur lalu lintas biar jalan gak macet dan penghasilanya juga tidak menentu.

Dari puluhan warga yang mengadu tadi kebanyakan dari kalangan ibu-ibu, para ibu-ibu itu menjadi korban rentenir yang berinisial KTN. Sementara itu perwakilan LIRA Lamongan yang ikut hadir yaitu pembina LIRA Mifthakul hakim, ketua Slamet mulyono, sekretaris Saiful, bendahara Syaiin, dinas pemerintahan hukum dan HAM atau juga LBH Sukawan edy darsono dan sebagian anggota LIRA.

Lila ainul liha salah satu perwakilan warga mengatakan bahwa uang yang berjumlah 45 juta itu sekarang menjadi 126 juta, dan uang pinjaman senilai 45 itu kita pinjam secara berkelompok jumlah pinjaman antar warga juga gak sama pokoknya kalau di jadikan satu senilai 45 jt, ini bukan kami aja yang minjam ke ibu KTN diluar sana masih banyak dan rata-rata juga keberatan dengan bunga sebesar itu, kami kemarin juga di panggil pihak polsek Babat untuk membicarakan ini.

Ketua DPD LIRA Lamongan Slamet mulyono mengatakan bahwa kami siap membantu masyarakat yang butuh bantuan, dan kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk hasil yang terbaik bagi masyarakat, emang LIRA hadir di Lamongan ini guna menyerap aspirasi pengaduan dari masyarakat dan meneruskan serta membantu penyelesaian yang terbaik kepada pihak terkait.

Kalau mengenai permasalahan ini masih ungkap Slamet mulyono kita akan bantu semaksimal mungkin agar para warga tidak terlalu berat dalam mengembalikan utang piutang yang di dalam nya ada bunga dari pinjaman itu sendiri, emang kami rasa kalau bunga segitu agak berat bagi ibu-ibu ungkap ketua LIRA Lamongan di depan para warga.

Baca Juga :  Ini Pendapat Ahli Hukum Pidana ; Visum Kejadian Tahun 2016 tidak bisa Dijadikan Bukti

Sedangkan Lembaga Bantuan Hukum ( LBH ) atau Kepala dinas pemerintahan hukum dan HAM LIRA lamongan Sukawan edy darsono. mengatakaan kita akan mengkaji permasalahan-permasalahan para warga yang berhubungan utang piutang kepada rentenir, semaksimal mungkin kita akan membantu di bidang hukum karena para warga sudah di panggil pihak polsek Babat kita akan konfermasi dan konsultasi sama polsek Babat.

(Dwi)

 54 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of