Press release pelaku pengeroyokan DI sedati

Sidoarjo, RPN – penangkapan terhadap kasus kriminal terus di lakukan polresta Sidoarjo . Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil membekuk lima dari enam pelaku pengeroyokan di sertai penusukan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Sementara itu dalam aksi kriminal pengeroyokan tersebut karena tidak terima dengan kekalahan akibat balap liar , yang di lakukan kamis dini hari pukul 03.15 ( 2/7/2020) di Jalan raya By pass juanda arah T1 Bandara juanda , Desa semampir kecamatan Sedati.

Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana yang di dampingi kasatreskrim Polresta Sidoarjo Ambuka yudha Hardi putra memberikan keterangan dalam press release yang digelar Polresta Sidoarjo.

” bahwa telah terjadi balap liar pada kamis ( 2/7/2020) antara tim Rjm Surabaya dan tim GMS Waru. Dalam berlangsungnya balapan tim GWS waru mendahului tim Rjm Surabaya yang dinilai sudah berlaku curang”

Lebih lanjut ia mengatakan ” ,enam tim dari GWS Waru mengeluarkan senjata tajam yang mengakibatkan luka berat terhadap catur nanang, serta terjadi penusukan disertai pembacokan korban Jerry cris biantoro ( 30 tahun ) , warga petemon Surabaya” jelas Wakapolresta Sidoarjo.

“Unit Resmob Satreskrim Polresta Sidoarjo bersama Unit Reskrim Polsek Sedati berhasil mengamankan lima tersangka dan satu orang lagi masih DPO,” ujar Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana, Kamis (9/7/2020).

Hingga saat ini, Polresta Sidoarjo terus berupaya mengembangkan kasus ini. Serta mengejar satu pelaku yang berstatus DPO, dan pencarian barang bukti motor yang hilang.

Untuk barang bukti polisi berhasil mengamankan satu jaket warna hitam milik tersangka, satu jaket warna hitam milik korban masih ada bekas darah, satu kaos warna biru dongker terdapat bekas darah dan lubang bekas tusukan, satu celana pendek ada bekas darah, satu unit sepeda motor Honda Vario Putih Nopol L 5018 RO , dua buah sajam jenis Mandau, dan satu rantai besi.

Baca Juga :  Diduga Terlibat Perkelahian di kebun, 2 warga Desa Kota Jawa, Kritis dan Meninggal Dunia

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para pelaku disangkakan Pasal 170 Ayat 2 Ke 2 dan Ke 3 KUHP Jo Pasal 365 Ayat 2 Ke 2 dan Ke 3 KUHP Tentang Tindak Pidana Pengeroyokan Yang Mengakibatkan Luka Berat Dan Matinya Seseorang dengan ancaman hukuman Pidana 15 tahun penjara atau seumur hidup.

Dari kasus ini, Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana menghimbau kepada masyarakat, agar jangan sampai ada yang terlibat atau melakukan balap liar. Selain membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain, bahayanya juga seperti yang terjadi akibat perselisihan.

(NK/RD)

 67 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of