KENDAL,RPN – Dengan Adanya Program Dari Pemerintah,Berkaitan Dampak Wabah Covid 19 ,Kini Masyarakat Telah Mendapat Bantuan Progran Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) di Desa Rejosari Kecamatan Ngampel, kini berbuntut panjang.

Pasalnya, BLT DD yang seharusnya diterimakan warga sejumlah Rp 600 ribu, namun yang diterima hanya Rp 400 ribu.

Saat Dikonfirmasi Ketua BPD Rejosari, Moh Sunari yang ditemui di rumahnya membenarkan adanya pemotongan tersebut. Namun uang pemotongan Rp 200 ribu itu sudah dikembalikan kepada warga penerima BLT DD.

” Dari pada risiko dan ribut dikemudian hari, uang Rp 200 ribu dikembalikan. Bahkan ketua RT yang membagikan uang potongan tersebut nombok’i imbuhnya,kepada warga penerima BLT DD yang terlanjur dipotong,” kata Moh Sanuri, Senin (6/7).

Menurut Sanuri, warga Desa Rejosari yang mendapat BLT DD ini, sejumlah 140 orang. Karena yang mendaftar banyak, akhirnya hasil dari kesepakatan warga, para penerima BLT DD itu dipotong Rp 200 ribu dan dibagikan merata kepada warga lain di RT 01/ RW 03 sebesar Rp 70 ribu.

” Yang dipotong itu BLTD tahap yang pertama. Tapi BLT tahap kedua, lancar tidak ada potongan apapun,” terang Moh Sanuri.

Sementara, Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) Kendal, Rahmat, mengaku heran mendapat informasi bahwa BLT yang bersumber dari Dana Desa (DD) di Desa Rejosari ini diduga telah dipotong.

Karena, disaat kondisi pandemi Covid-19 banyak orang mengalami kesusahan, masih ada orang yang nekat memotong uang bantuan. Aktifis LSM lainnya A Rokhim ” juga sangat menyesalkan dengan adanya pemotongan tersebut,seharusnya bantuan juga tepat sasaran dan tidak boleh di potong dengan alasan apapun,karna aturan dan regulasinya sudah jelas.

Baca Juga :  Pakar Hukum: Di Negara Dunia, Jaksa Tugasnya Penuntut Umum Tunggal

Bahkan, Rahmat, juga para aktifis lain akan melaporkan kasus ini kepada aparat penegak hukum agar segera mengusut tuntas kasus tersebut, terlepas BLT DD ini telah dikembalikan.

“Kami akan laporkan kasus ini ke Kejaksaan Kendal, agar mereka yang terlibat pemotongan bantuan tersebut segera diperiksa,”jelas Rahmat.

Kades Rejosari, Komarudin Abas saat akan dimintai keterangan terkait kasus ini beliau tidak ada di tempat.

RKM

 23 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of