Samosir, RPN – Sorta Siahaan selaku Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Samosir mendatangi Mapolres Samosir untuk memberikan laporan pengaduan tentang pembakaran bendera PDI Perjuangan oleh sekelompok orang dalam aksi demontrasi menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP), di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Rabu 24 Juni 2020 yang lalu.

Kedatangan Ketua DPC PDI Perjuangan itu didampingi para kader partai, seperti Rapidin Simbolon (Bupati Samosir sekaligus menjabat sebagi Wakil Ketua Bidang Pariwisata Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Sumatera Utara), Ketua DPRD Kabupaten Samosir Saut Tamba dan Anggota DPRD Kabupaten Samosir (Fraksi PDI Perjuangan) serta kader – kader dari PDI Perjuangan di Kabupaten Samosir, disambut hangat oleh Kapolres Samosir AKBP Muhammad Saleh beserta jajarannya di Mapolres Samosir , Kecamatan Pangururan, Selasa 30 Juni 2020.

Marselinus Simarmata selaku Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kab. Samosir membacakan sejumlah tuntutan di Mapolres Samosir, diantaranya, bahwa banteng Samosir mendesak kepolisian memproses secara pidana pelaku pembakaran bendera partai dan penanggung jawab aksi.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kab.Samosir, Sorta Siahaan mengatakan bahwa, laporan ke Polres Samosir sebagai tindak lanjut perintah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, 25 Juni 2020 yang lewat.

Sorta Siahaan juga mengatakan bahwa “pembakaran bendera partai sudah termasuk unsur penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, provokasi, menimbulkan rasa kebencian dan menghasut warga negara Indonesia. Dengan maksud supaya seolah-olah PDI Perjuangan identik dengan paham Partai Komunis Indonesia (PKI).

Bupati Samosir Rapidin Simbolon juga menegaskan bahwa PDI Perjuangan merupakan partai yang sah dan dibangun melalui sejarah yang panjang.
Partai ini memiliki akar yang kuat pada sejarah perjuangan kemerdekaan, sehingga dengan pembakaran bendera partai tersebut, PDI Perjuangan merasa dihina dan dilecehkan.

Baca Juga :  Sidoarjo Menetapkan Pilkades serentak Dilaksanakan 20 Desember 2020

Di tempat yg sama, Saut Tamba yang juga kader partai sekaligus Ketua DPRD Samosir juga menekankan agar pelaku pembakaran ini ditindak tegas.
Pembakaran bendera partai tersebut, sangat melukai hati seluruh pengurus , kader dan simpatisan PDI Perjuangan di Seluruh Indonesia, ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Samosir AKBP Muhammad Saleh mengatakan bahwa laporan ini akan diteruskan ke Kapolda Sumut dan Kapolri.
Tegasnya, kami selaku kepolisian meminta agar seluruh kader PDI Perjuangan di Kabupaten Samosir, agar tetap menahan diri dan tidak terpancing melakukan tindakan anarkis demi menjaga kondusifitas di kabupaten kita ini.

(Jackson Pandiangan)

 34 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of