Sumenep,RPN-Ada yang khas disetiap Upacara adat “Nyadar” yang biasa dilakukan oleh Masyarakat Desa Pinggir papas, Kebundadap timur dan Kebundadap barat Kecamatan Saronggi dan Kalianget Kabupaten Sumenep,Madura,Jawa Timur ini.

Pasalnya disetiap upacara “Nyadar” ini para pengunjung yang hadir akan selalu dihadirkan dengan makanan khas yang sudah menjadi tradisi masyarakat setempat.

Dari hasil pantauan Media RadarPosNasional dilapangan, terdapat 2 jenis makanan/kuliner dalam perayaan acara tersebut. Yakni Rengginang dan Ghettas

Konon katanya, makanan khas Rengginang besar dan Gettas ini mempunyai nilai dan makna tersendiri yang tak lepas dari Sejarah Upacara Adat yang biasa dilakukan setiap tahun oleh kerabatnya Ju’ Anggasuta(Leluhur.red)

Berdasarkan penjelasan tokoh masyarakat setempat, Makanan khas Rengginang yang menjadi ikonik dalam setiap upacara adat “Nyadar” tersebut memiliki makna dan nilai sejarah. Masyarakat dan Kerabat Ju’ Anggasuta (Leluhur mereka,Red) memaknainya akan sebuah lubang besar.

“Iya mas, Makanan khas Rengginang yang cukup besar disini jarang ditemukan di daerah lain, setiap upacara adat pasti akan ada. Rengginang ini dimaknai dan di umpamakan sebagai “Gubang” yang berarti Lubang besar.”kata warga setempat.

Sementara makna dari makanan “Gettas”, digambarkan dengan segenggam tanah yang dipakai Juk Anggasuta untuk menutupi Gubang(Lubang besar) yang tadinya menganga.”tuturnya.

Zain/Dy

 45 total views,  1 views today

Baca Juga :  Kemanusiaan dan Surat Terbuka Untuk Presiden Indonesia

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of