Bangkalan, RPN – Desa petapan Kecamatan sukolilo Kabupaten Bangkalan Masyarakat Desa petapan sangat kecewa serta bertanya-tanya, mereka menilai kinerja kejari Bangkalan dinilai lambat serta mencampur adukkan kasus yang berbeda dengan kasus Sengketa Tanah Desa, Kasus Sengketa Tanah sendiri terdaftar mulai Tahun 2018 dengan No.Persil 29 dan 31, Tanah Desa tersebut dijual oleh mantan Kades ( Kepala Desa ) Petapan kepada Orang Surabaya pada Tahun 2014 senilai Rp,300,000,000, ( tiga ratus juta rupiah ).

Pada saat awak Media bersama LSM LIRA mendatangi kejari Bangkalan ditemui oleh salah satu jaksa yang bernama Iqbal Firdaosi, SH di bagian Pidsus ( Pidana Khusus ), Terkait kejelasan sampai dimana tindakan Hukum dalam penyelesaian kasus Sengketa Tanah yang berada di Desa petapan.

Iqbal menuturkan masih menunggu hasil keputusan dari Pengadilan Negeri Bangkalan, Terkait Sengketa Tanah dengan No Persil 17 yang saat ini menjadi Hukum perdata, * Kita masih nunggu hasil sidang No Persil 17 Mas, Harga tanah yang dijual saat Itu Persil 29 dan Persil 31 pada Tahun 2008 dan Tahun 2014 oleh mantan Kades Petapan berkisar kurang lebih Rp, 300,000,000, ( tiga ratus juta ), sedangkan di kurs pada Tahun ini berkisar antara Rp, 6,7 miliar ” Tuturnya.

Atas apa yang disampaikan oleh Iqbal , Kades ( Kepala Desa ) Petapan Subai dan juga kelompok pemuda sangat menyayangkan, karena mengenai terkait tanah dengan Persil No 29 dan 31 tidak ada sangkut pautnya dengan tanah Persil No 17 yang kini sedang ditangani Pengadilan Negeri Bangkalan, ” ini Hal aneh berbeda kasus kok di sangkut pautkan sudah dibuat semrawut, kita beri contoh saja jika ada beberapa orang tersandung kasus yang berbeda apakah dapat disatukan satu perkara ” ujar Kades Petapan Subai dengan nada kecewa.

Baca Juga :  Polri Ungkap Peredaran Sabu 50 Kg Jaringan Aceh, Medan dan Jakarta

Bahkan menurut Kades serta kelompok pemuda Desa Petapan bukan ranahnya dan bukan tupoksinya seorang Jaksa menunggu hasil keputusan dari seorang Hakim, ” Kita menduga ada indikasi itikat baik dari salah satu pembeli tanah dalam Sengketa Tanah ini, dari awal jual beli Tanah Desa ini sudah cacat Hukum, ditambah lagi saat ini tidak ada kejelasan dan kepastian akan kelanjutan kasus tanah ini ” Lanjut Kades.

Kelompok Pemuda Desa Petapan melalui Kades ( Kepala Desa ) mengajak seluruh Masyarakat, mengundang Awak Media, Baik Cetak, Online, serta Electronik yang ada Di Kabupaten Bangkalan guna untuk mengawal perkara Sengketa Tanah tersebut, ” Mari kita kawal bersama-sama agar kasus ini menjadi percontohan bahwa keadilan di Kabupaten Bangkalan masih Tegak ” Pungkasnya.

( WIE )

 152 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of