DEMAK,RPN – Di Kelurahan Sidorejo kecamatan Karangawen Kabupaten Demak Jawa tengah warga atau masyarakat desa Sidorejo gelisah karena Air bersih dari program Pamsimas tidak bisa mengalir lagi di Rumah warga semenjak 4 Bulan yang lalu.

Saat wartawan RPN menemui salah satu warga di desa sidorejo Warga mengatakan “benar dengan adanya Pamsimas tersebut tidak mengalir lagi sudah hampir 5 bulan yang lalu Mas”.Ungkapnya terhadap wartawan.

Beberapa warga tersebut menceritakan kepada wartawan RPN bahwa warga siap bergotong royong bila ada kerusakan pada mesin pompa Pamsimas tersebut. Warga sangat membutuhkan Air pamsimas dikarenakan sumur-sumur di sini Airnya mengandung kapur tidak cocok untuk dikonsumsi oleh masyarakat sini.

Saat ditanya selama hampir 11 tahun Pamsimas dikelola oleh salah satu warga apakah pernah di buka saldo Pamsimas tersebut, Warga menjawab Tidak pernah sama sekali dan tidak tau keuntungan Pamsimas tersebut karena dari dulu tidak pernah keterangan atau keterbukaan perihal Pamsimas yang dibangun pada tahun 2009 tersebut, Dan saat ditanya Pamsimas tersebut bantuan dari mana Warga mengatakan kalau Pamsimas tersebut dari Bangub mas”.ungkapnya.

Saat ditemui ditempat terpisah pengelola Pamsimas (DL) Warga Sidorejo mengatakan benar adanya kemacetan Air pamsimas karna mesinnya sudah lemah sekitar 2 bulan yang lalu, ini lain dengan cerita warga yang ditemui oleh wartawan RPN, saat ditanya apakah selama hampir 11 tahun tidak ada saldo atau tabungan pengelola Pamsimas tersebut enggan menciritakan hal tersebut kepada wartawan, dan di tanya soal pembukuan selama hampir 11 tahun pengelola bilang tidak ada pembukuan atau catatan keluar masuknya uang Pamsimas tersebut.

Pengelola Pamsimas menceritakan semenjak 2009 pernah dua kali membantu atau setor ke kelurahan sebesar 5 juta dan bulan berikutnya sama dua kali pada saat itu saldo sekitar ada 35 jutaan’.ujarnyanya

Baca Juga :  Dampingi progam BIAS Puskesmas Mijen I, Ini Harapan Babinsa Gempolsongo

Pada tahun 2009 saat Pamsimas ada di Sidorejo warga banyak yang menggunakan air dari Pamsimas sekitar 200-300 Warga yang menjadi langganan kami, dengan perjalananya waktu konsumen mulai berkurang Dan mesinnya mulai lemah tidak kuat untuk menarik Air untuk di bagikan kepada warga.

atas dasar laporan warga ini menjadi dugaan bahwa ada monopoli atau KKN soal pengelolaan Pamsimas tersebut, karena tidak ada transparansi kepada warga atau masyarakat di lingkungan tersebut. Selama hampir 11 tahun tidak ada saldo sungguh ironis sekali patut disoal bahwa Pamsimas bantuan gubernur (bangub) tersebut dibuat memperkaya diri sendiri.

Perlu dipahami, Setiap orang yang secara sengaja melawan Hukum atau melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Sekali lagi,Pasal 2 dan pasal 3 UU Tipikor,

Ancaman hukuman termasuk yang diberdebatkan.Dari tiga puluh jenis tindak pidana korupsi yang disebut dalam sebagaimana diubah dengan pasal 2 dan pasal 3 termasuk yang banyak mematik diskusi bahkan di mahkamah konstitusi.Ia juga menjadi pasal yang sering digunakan penuntut umum. Seperti pasal ‘primadona’

Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor menyebutkan setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara Seperti juknis diuraian ditas tersebut. Dapat dipidana 20 tahun penjara dan denda paling sedikit 200 juta rupiah Dan paling banyak 1 Miliar rupiah.

Bunyi pasal- pasal tersebut sudah efektif untuk menyeret pelaku korupsi dan menjerat pelaku sesuai dengan perbuatannya yang telah melakukan PMH (perbuatan melawan hukum)

Baca Juga :  Segenap Wartawan dan Direktur PT Radar Post Nasional Mengucapkan Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1440 H mohon maaf Lahir dan batin .

Adi

 30 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of