KENDAL,RPN – Ahli Waris Anak Seorang Pekerja Migran Datangi Disnaker Pekerja Migran Indonesia (PMI) Asiyah binti Supain Supaat, warga Desa Tamangede, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal yang meninggal dunia di Hongkong pada tanggal 06 April 2020 lalu, akibat sakit Kangker Payudara, keluarga baru mendapat kabar tanggal 8 April 2020.

Setelah diurus administrasinya, jenasah yang tiba di kendal pada jumat pagi, tanggal 10 April 2020 ,kedatangan Jenazah Juga di jemput oleh tim relawan Juga Ketua Buser Indonesia Kendal, Saudara Abdul Rokhim, juga Ketua Apjati kendal Bpk Junedi. dengan iringan mobil ambula langsung dibawa kepamakaman, karena keluarga sudah mengikhlaskan dan juga di hadiri warga serta perangkat desa.

Persoalan muncul, karena hingga saat ini hak-hak almarhum seperti gaji dan asuransi belum diberikan oleh perusahaan yang tela memberangkatkan. Bahkan, keluarga merasa kecewa karena saat pemakaman tidak satupun perwakilan perusahaan yang memberangkatkan kerja almarhum ke hongkong tidak ada yang datang melayat atau menyampaikan santunan.

Ahli waris yaitu memperjuangkan hak-hak ibunya tersebut putra almarhum, Muhammad Koyen didampingi Kuasa Hukum H. Herry Darman, SH, Serta Ketua Buser Indonesia DPC Kendal, Abdul Rokhim mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kendal. Rombongan ditemui Kepala Bidang Penta dan PKK, Litriawan Wandiyati, Kamis (30/4). 

Usai pertemuan, Muhammad Koyen mengungkapkan, ibunya sejak tahun 2013 sudah bekerja sebagai PMI dan beberapa kali pindah negara. Menurutnya, almarhum pernah pulang ke Kendal sekali pada tahun 2015 silam. Berdasarkan informasi yang ia dapat, ibunya pernah berangkat dari PT yang Ada Di cepiring Kendal, selaku anaknya juga kaget, almarhum ko bekerja di Hongkong, saat dapat kabar meninggal pun kaget.ko berangkat dari PT CKS yang beralamat di Malang, Jawa Timur.

Baca Juga :  Kuasa Hukum dari Korban pembunuhan (Ibnu Hajar) Angkat bicara terkait Desas-desus Terdakwa akan Bebas

“Kami sangat kecewa saat pemakaman dan sampai saat ini, belum ada perwakilan dari PT tersebut yang datang ke rumah. Kami sengaja mengajak kuasa hukum untuk meminta penjelasan dari Disnaker Kendal. Ternyata ibu saya tidak terdaftar di Kantor Disnaker Kabupaten Kendal,” ungkapnya kepada wartawan.

Herry Darman Sh.selaku Kuasa Hukum keluarga almarhum mengatakan, kedatangannya bersama klien, untuk meminta klarifikasi apakah almarhum PMI yang bekerja di Hongkong bernama Asiyah binti Supain Supaat yang meninggal pada tanggal 06 April 2020, terdaftar atau tidak di sistem Disnaker. Ternyata pihak Disnaker Kabupaten Kendal menyatakan tidak terdaftar.

“Ini harus jadi pembelajaran bagi kita semua, agar kasus ini tidak terulang. Disnaker Kabupaten Kendal harus menindak tegas, jika ada perusahaan yang melakukan seperti ini,” jelasnya.

Herry Darman menegaskan, pihaknya meminta Disnaker Kabupaten Kendal segera menyurati dan memanggil perusahaan untuk dimintai pertanggung jawaban. Dijelaskan olehnya, dalam Undang-undang Nomor 18 tahun 2017 Tentang Perlindungan Buruh Migran sudah jelas diatur. “Bagi pelanggarnya bisa dikenakan sanksi penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal 15 milliar rupiah,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Penta dan PKK Disnaker Kabupaten Kendal Litriawan Wandiyati membenarkan, PMI atas nama Asiyah binti Supain Supaat tidak terdapat di sistem Disnaker Kabupaten Kendal. Namun demikian, pihaknya juga tidak lepas tangan, karena yang bersangkutan warga Kendal dan kami selaku disnaker kendal akan menyurati perusahan secepatnya,yang telah memberangkan almarhum.

“Saat kami takziah ke rumah duka, kami minta keluarga untuk mengurus semua administrasi yang harus dilengkapi untuk mendapatkan hak-haknya ahli waris. Kami siap membantu, kami akan segera mengirim surat ke PT yang ada di Malang Jawa Timur tersebut. Untuk selanjutnya nanti kami kabari, apakah PT tersebut datang atau tidak,” terangnya.

Baca Juga :  Puluhan Siswa SMANSA Benteng Lakukan Kunjungan Balasan ke Kantor KPU Selayar

Sebagai penutup, Atik sapaan akrabnya mengimbau kepada para calon PMI di Kabupaten Kendal, agar berangkat sesuai dengan aturan yang berlaku dan lewat perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Kendal.

“Sekali lagi kami sosialisasikan kepada PMI Kendal, agar berangkat lewat PT yang ada di wilayah Kendal,”karna suatu saat ada hal semacam ini disnaker mudah untuk mengurusnya,pungkasnya.

RKM

 28 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of