Kepala BPBD Sumenep, Dr. R. Abd Rahman Riadi,SE.MM.

SUMENEP, RPN – Terpaparnya empat orang Warga Sumenep (Positif Covid-19), ketika mengikuti pelatihan tenaga kesehatan Haji di sukolilo Surabaya, membuat Pemerintah Kabupaten Sumenep

Pasalnya, melakukan langkah-langkah ekstra dalam melakukan Pencegahan Penyebaran Covid-19 di wilayahnya termasuk Pembatasan Operasional Penumpang Kapal Laut yang hanya di perbolehkan mengangkut Bahan pokok saja, Selasa (28/04/2020.)

Mengacu Kepada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 (Permenhub 25/2020) Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 H,

Kapala BPBD Abdurrahman riyadi mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep sudah mengeluarkan surat edaran dan Himbauan dalam rangka upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Stop kapal laut angkut penumpang dari Sumenep yang menuju kepulauan atau sebaliknya, kecuali Bahan Pokok.

“Sejak dikeluarkan nya Perhub Oleh pemerintah pusat tersebut, Kami stop kapal laut antar pulau angkut menumpang, Oprasionalnya tetap berjalan namun hanya untuk mengangkut bahan pokok saja yang menjadi kebutuhan masyarakat” jelasnya.

Ini sesuai dengan surat edaran Bupati Sumenep tentang larangan mudik bagi masyarakat sumenep dalam rangka upaya pemerintah menghambat penyebaran pandemi Covid-19,

“Sementara pihaknya juga sudah berkordinasi dengan Kapolres, Dandim 0827, Dan Bupati Sumenep sudah mengeluarkan juga pembatasan aktivitas warga di luar rumah pada akhir pekan Sabtu dan minggu.” Kata riady

“Bupati sudah mengeluarkan surat edaran larangan mudik, Larangan aktivitas di luar rumah pada akhir pekan sabtu dan minggu, Meliburkan sekolah yang sudah berjalan, termasuk physical distancing,” Terangnya

Disinggung perihal masuknya Kabupaten Sumenep ke dalam Zona merah, Pihaknya mengaku sudah melakukan Upaya maksimal dengan melalukan pengecekan setiap pintu masuk Kabupaten Sumenep,

“Kemudian mendirikan 12 posko penanganan Covid-19 dengan rincian 7 posko di daratan dan 5 posko di Kepulauan, termasuk di pelabuhan, Dia juga mengatakan empat orang yang positif Covid-19 ialah yang mengikuti pelatihan kesehatan Haji di surabaya,” Tuturnya

Baca Juga :  Alumni AKABRI 1996 Melaksanakan Vaksinasi Massal dan Bagikan Sembako Kepada Korban Pandemi Covid-19

Dan notabene semua peserta dari berbagai wilayah pasti ada yang terjangkit kecuali Kabupaten Sampang yang pesertanya tidak berdomisili di Sampang.

“Kita sudah ikhtiyar semaksimal mungkin dengan membangun 12 posko yang tersebar di perbatasan mulai dari Pragaan, Guluk-Guluk dan pasongsongan juga, termasuk dua pelabuhan kalianget dan dungkek, dan sudah dilakukan mengecek setiap orang yang masuk ke Kabupaten Sumenep” jelasnya

Akan tetapi pihaknya menegaskan kalau ke empat warga yang terpapar Covid-19 tersebut sudah di tangani dengan baik, sudah di isolasi di RSUDMA Sumenep yang saat ini sudah di jadikan tempat rujukan penangan Covid-18, dan sudah dilakukan sterilisasi di Kemenag, Dinkes dan Rumah tempat tinggal ke empat orang yang terpapar

“Empat orang tersebut tiga dari Dinas kesehatan, satu dari Kemenag kamu sudah sterilkan termasuk rumah, dengan mobil-mobilnya sudah di semport disinfektan, juga keluarganya sudah di isolasi secara mandiri dengan pengawasan ketat” Tegasnya.

Riyadi juga menambahkan dalam rangka penangan dan pencegahan penyebaran Covid-19, Pihaknya meminta kepada gugus tugas Desa Siaga Covid-19 yang sudah di bentuk untuk membangun ruang isolasi sederhana

“Bahkan melakukan tresing pendataan bagi setiap warga yang masuk utamanya yang berasal dari zona-zona merah,”imbuhnya.

Dy/zain

 44 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of