JEPARA,RPN – Mari Kenalan Dengan SUTAJI warga Ds.Kunir RT 02 RW 01 kec.keling kab.jepara. Keahlian Menyetir dan pengetahuan jalanya sudah tidak di ragukan lagi, karena Sutaji telah menjadi supir bus pariwisata selama 1 setengah tahun di Bejeu,2 tahun di palaha dan 1 tahun di Mujijaya.

Rute Perjalanan ke Jepara, semarang, Solo,Yogyakarta, Bandung, Tasikmalaya dan jakarta Sudah Menjadi makanan Sehari-hari Sutaji.Untuk Menjadi supir bus pariwisata diperlukan pengetahuan jalan yang baik,seperti jalan mana yang harus di tempuh, jalan mana yang rawan macet atau dimana saja tempat-tempat peristirahatan yang ada, selain itu supir bus pariwisata diharuskan untuk selalu dalam kondisi Fit dan mempunyai stamina yang baik.

Sutaji adalah pekerja di salah satu perusahaan Transportasi untuk pariwisata yang menyediakan berbagai transportasi(Bus Besar,Kecil,mini van,dll)lengkap dengan supirnya.

Perusahaan ini mematok rates berbeda-beda untuk setiap pemesanan bus dan tujuan.Siapapun bisa memesan jasa transportasi ini lewat telepon atau dating langsung ke pool mereka.Tak heran banyak sekolah, kantor yang memakai jasa transportasi ini untuk field trip Atau gathering kantor.

Sutaji mendapat 10% dari pendapatan bus setiap kali dia pergi/narik. Misal: perusahaan mematok harga RP, 2.000.000 untuk 8jam pemakaian bus besar dengan tujuan ke taman safari,nah Sutaji akan mendapat 10% dari Rp.2.000.000 jadi sekitar Rp.200.000 sekali jalan.

Sutaji menyampaikan bahwa pendapatanya berbeda-beda tiap bulanya Range-nya bisa dari Rp.2.200.000 sampai Rp.3.500.000.

Ternyata besar juga ya gaji seorang supir, sayangnya pendapatan tidak tentu dan tidak mendapat uang transportasi dan makan.

Perusahaan pun menaati peraturan yang ada di Undang-Undang dengan baik, jam kerja memang tidak tentu tapi itu sudah menjadi konsekuensi dari seorang supir bus, jadi Sutaji tidak mempermasalahkan itu.

Baca Juga :  Nikmati Sajian Ala Cafe di Pos Pelayanan Natal dan Tahun Baru Satlantas Polresta Sidoarjo

Sujati diperbolehkan untuk cuti,mendapat Asuransi kecelakakaan dan jaminan sosial,dan dia juga Selalu diberi Tunjangan Hari Raya (THR)setiap tahunya.Tidak ada anak dibawah umur 18 tahun yang dipekerjakaan di perusahaannya dan Dia mendapat kesempatan dan Gaji yang kurang lebih sama dengan supir-supir yang lain.

Ketika diminta untuk berpendapat mengenai www.gajimu.com, Sutaji berkomentar,”Untuk masyarakat yang pinter, pekerja middle/high class sih pasti berguna, tapi kalau buat saya kurang berguna. Saya tidak tau cara menggunakan internet, Internet masih diluar jangkauan Saya”.

Dan Sutaji berpesan kepada gajimu dan Wagelndicator Belanda agar sering-sering mengadakan workshop untuk pekerja seperti saya, kegiatan seperti itu lebih berguna.

Informasi langsung diberikan oleh Pembicara,Tidak melalui website.”mudah-mudahan kehidupan menjadi lebih baik kak,rata antara yang kaya dan miskin, yang pintar dan kurang pintar.”Pesan sutaji.

DP-JPR

 46 total views,  2 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of