Demak,RPN – Penelusuran wartawan RPN soal adanya penarikan dana program PRONA didesa Kalisari Demak Menemukan ketidak patuhan. Padahal jelas yang mana telah diputuskan oleh 3 Menteri Bahwa untuk biyaya pembuatan PRONA ( Sertifikat) massal biayanya tidak lebih dari Rp 150ribu rupiah untuk wilayah pulau Jawa ini.

Salah satu warga yang sempat ditemui oleh wartawan RPN mengiyakan adanya penarikan biayaya PRONA sebesar Rp 1.000.000 dikalisari ini pada tahun 2018 lalu, Narasumber yang tidak mau disebutkan namanya ini bahkan siap membuat pernyataan bahwa memang Benar adannya penarikan sebesar 1 juta rupiah terhadap dirinya, Ungkapnya.

Kasus ini bahkan sempat di adukan ke penegak hukum yaitu Polres Demak pada tanggal 24 Agustus 2018 lalu oleh ketua Forum penyelamat Aset Desa Kalisari. Dengan Nomor 0022/ PADK/III/2018, tanggal 28 Maret 2018, Surat Printah Penyelidikan Nomor:SP.Lidik/206/VI/ RES.3.3./2018,BYang diterima oleh kasat Reskrim AKP. Tri Agung suryomicho.SH.M.H.

Seorang warga desa Kalisari juga mengatakan bahwa dirinya juga di tarik untuk biaya pengurusan PRONA sebesar 800.000. Ribu rupiah

Cerita dari warga desa Kalisari kecamatan Sayung kabupaten Demak ini menambahkan deretan kejanggalan kalau kepala desa Kalisari jarang ke kantor bahkan beberapa kali awak media datang kekantor desa untuk konfirmasi dengan adanya berita penarikan PRONA atau sertifikat massal yang ditarik Rp. 800.000. sampai 1000.000. tersebut akan tetapi tidak pernah bertemu dengan kepala desa Kalisari.

Ditempat lain seorang warga yang tidak mau namanya dikorankan Mengatakan ” kepala desa Kalisari ini membuat warga marah karna dengan kekuasaannya se enaknya saja Mas”. Tandas warga.

“Bagaimana gak marah dan kecewa mas.tanah Bengkok desa di blok 19 tanahnya di keruk dan dijual ke luar desa dan di dalam desa Perorangan”.

Baca Juga :  Polres Demak Canangkan Posko Kampung Siaga Covid-19, Ini Tujuannya

Terpisah Pernyataan dari TPK Kalisari Menyatakan bahwa di Musrembang Desa atau pembentukan RKP di poin yang terakhir yang berbunyi pengolahan tanah bengkok desa Atau bengkok Lurah Desa dengan Luas 22.173. M³ (3 Bahu) dari lahan kering menjadi lahan sawah dengan cara pengerukan untuk peninggian Lapangan desa Kalisari.

Dan tanah kerukan sawah tersebut di jual kepada saudara (ks) sebanyak 55 truk dengan perkiraan harga per truk sebesar 200.000. Ribu rupiah.

Dan dijual juga sama warganya yang namanya tidak mau disebutkan hanya inisial saja (SD) menyatakan bahwa benar adanya dia telah membeli tanah kerukan tersebut sebanyak 15 truk dengan harga sebesar Rp 170.000. per truk.

Pernyataan dari BPD desa kalisari kecamatan Sayung Kabupaten Demak menyatakan tidak pernah di ajak rapat. Seperti apa yang di katakan ketua BPD (AK) Bahwa dalam kegiatan pengerukan tanah bengkok lurah seluas+14.000m2 dan penjualan tanah urugan terhadap warga kalisari maupun di luar desa tersebut tanpa ada musyawarah desa Atau Musdes dan juga tanpa ada Perses.

Sampai berita ini dinaikkan Pihak kepala desa belum bisa dikonfirmasi atas kebenarannya.

Adi

 28 total views,  2 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of