Sumenep,RPN-Satu lagi Usaha Tambak udang yang ada di Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur ditutup oleh Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Pada Senin 06/04/2020

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik

Sebelumnya, Sesuai dengan laporan masyarakat telah beroperasi sebuah usaha tambak udang yang berada di desa Longos Kecamatan Gapura yang diduga Tanpa mengantongi Surat Idzin Resmi dan Tepat pada tanggal 09 maret 2020(Sekita sebulan yang lalu) Perusahaan tambak udang tersebut dilayangkan Surat Peringatan Satu (SP 1) Oleh Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP)

Kepala DPM-PTS Sumenep Didik Wahyudi saat ditemui dikantornya Membenarkan perihal tersebut, Bahwasanya ada salah satu Tambak udang yang ada di Kabupaten Sumenep tepatnya di desa Longos Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep tidak mengantongi surat resmi (Idzin), Sehingga Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Sumenep Melayangkan Surat Peringatan (SP)

“Terkait dengan usaha tambak udang yang ada di desa Longos Kecamatan Gapura tersebut terus terang kami tidak tahu bahwasanya di sana ada tambak udang ilegal, Sehingga Tim Perizinan dan Pengawasan mengedukasi Pemilik Pemilik dan kegiatan Usaha tersebut. Dan didapati disana tidak memiliki Surat-surat Resmi (Idzin) secara Administrasi, Maka dari itu kami lakukan Teguran secara tertulis berupa Surat Peringatan(SP).”

Dari Surat Peringatan yang sudah dilayangkan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Sumenep ke Perusahaan, Justru Perusahaan tambak udang tersebut Tidak Mengindahkan, Sehingga tepat pada tanggal 4 April 2020 Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Sumenep Bersama Forkopimka melakukan Rapat dengan hasil Penutupan Usaha Tambak udang tersebut

Baca Juga :  Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Drs Nana Sudjana SH.,MH perintahkan Dirbinmas Polda Metro Jaya turun ke Pasar

“Melalui tim Perizinan dan Penataan Kabupaten Sumenep bersama instansi terkait melakukan musyawarah dan rapat internal pada 4 April 2020 termasuk forpimka juga diminta masuknya. Akhirnya menemukan keputusan bahwa dilakukan penghentian aktivitas kepada objek usaha tersebut,”Jelas sapaan Didik

Menindak lanjuti hasil Rapat di Internal tersebut dan mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 08 Tahun 2018, dan Peraturan bupati (Perbup) No. 78 dengan bunyi perlimpahan kewenangan Bupati kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) dilakukan pemasangan simbol papan edukasi sebagai bentuk penghentian dan Penutupan Segala aktivitas tambak udang tersebut.

Zain/Dy

 70 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of