Sumenep,RPN– Terkait sidang Praperadilan yang diajukan oleh Pemohon terhadap status Tersangka yang melibatkan Nama Imam Mahmudi Warga desa lenteng timur kecamatan Lenteng Sumenep Madura Jawa Timur pada Kasus Gedung Dinkes Akhirnya ketua Majelis hakim ketok palu yang menandakan bahwa sidang sudah selesai dengan Putusan Menolak Gugatannya,di Ruang sidang Pengadilan Negeri Sumenep pada Rabu 01/04/2020

Pembacaan putusan dari hasil persidangan yang dilaksanakan selama ini dimulai dari sekitar pukul 09.30 WIB ini dihadiri oleh Ketua Majelis Hakim,Tim dari kuasa hukum pemohon, dan Tim dari Polres Sumenep

Ketua Majelis Hakim yang Memimpin Sidang Gugatan Praperadilan Firdaus SH saat ditemui menjelaskan bahwa Berdasarkan bukti-bukti yang diajukan oleh pemohon yang pertama yaitu status Tersangka dan yang kedua Masalah Surat Perintah Penyidikan(Sprindik) yang dikeluarkan oleh Polres, Dan dari hasil kesimpulan yang berdasarkan Bukti-bukti yang disampaikan dipersidangan Memutuskan bahwa Prosedur yang dilakukan oleh Polres Sumenep itu sudah Sesuai dengan Aturan Kitab undang-undang Pidana dan Aturan yang Berlaku

“Masalah Pra-peradilan yang diajukan oleh pemohon itu ada dua macam, yang Pertama masalah status Tersangka yang ditetapkan oleh Polres Sumenep dan yang kedua yaitu Surat Perintah Penyidikan yang dikeluarkan oleh Polres Sumenep, dalam hal ini kami menyimpulkan bahwa wa Apa yang dilakukan oleh Polres Sumenep itu sudah sesuai dengan Kitab Undang-undang pidana dan Aturan yang berlaku.”Jelas Firdaus SH(01/04/2020)

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Oscar Stefanus Setjo SH,S.I.K yang juga Hadir dalam sidang tersebut, Saat ditemui menyampaikan bahwa status Tersangka yang dikeluarkan oleh Polres Sumenep sekarang sudah Sah berdasarkan dari hasil putusan yang dikeluarkan oleh Majlis Hakim di Pengadilan Negeri Sumenep

Baca Juga :  Polda Jatim Bongkar Penjualan Tabung Oksigen Palsu di Surabaya

“Syukur Alhamdulillah, Sidang Praperadilan sudah selesai terkait gugatan yang di ajukan oleh pemohon terkait gedung Dinkes dan dimenangkan oleh Polres Sumenep, Jadi putusan yang sudah dikeluarkan tadi oleh Pengadilan Negeri mengenai status tersangka sekarang sudah Sah secara hukum.”Jelas Oscar

Ditanya tentang langkah selanjutnya, Kasat Reskrim Polres Sumenep menambahkan akan melengkapi syarat formil dan materil berdasar P19 dari Kejaksaan

“Selanjutnya, Kami akan melengkapi syarat Formil dan Materil yang berdasar dari P19 dari Kejaksaan.”Tambah Oscar

Dilain tempat, Tim Kuasa Hukum Pemohon Feri Kusnaini Efendi saat dimintai keterangan oleh Awak Media menyampaikan Bahwa Timnya kurang puas terhadap hasil Putusan yang dikeluarkan oleh Majelis hakim, Tetapi Timnya akan tetap menghormati hasil Putusan tersebut

“Pada prinsipnya kita tetap menghormati apa yang menjadi putusan hakim barusan, tetapi yang menjadi pertimbangan dan Ketidakpuasan yaitu masalah Surat Perintah Penyelidikan (Sperindik) yang dikeluarkan Polres Sumenep itu kok sampai tiga kali, kan bisa jadi disini tidak ada Kepastian Hukum.”Jelas Feri Kusnaini Efendi

Masalah Status Tersangka, Tim dari Kuasa Hukum Pemohon juga kecewa Faktanya Dalam Pelaksanaan proyek tersebut Kliennya sama sekali tidak terlibat baik status Kepemilikan PT, Pelaksanaan proyek ataupun Jabatan dalam PT Tersebut

“Terkait masalah status tersangka yang ditetapkan oleh Polres Sumenep,Kan sudah jelas Klien kami itu tidak ada Sangkut paut sama sekali baik kepemilikan PT ataupun pelaksana dalam proyek tersebut, Lantas kenapa kok Klien kami yang dijadikan tersangka dalam kegiatan Proyek tersebut.”Tambahnya.

Zain/Dy

 71 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of