BANGKALAN,RPN – Sehubungan dengan adanya Wabah COVID-19 yang merupakan pandemi di seluruh Dunia, bahkan saat ini di Indonesia sudah ditemukan ratusan Orang yang telah dinyatakan Positif tertular COVID-19 tersebar di seluruh penjuru Indonesia termasuk Jawa Timur dan khususnya Madura, maka kami Ulama’ Madura yang tergabung dalam Badan Silaturrahmi Ulama’ Pesantren Madura ( BASSRA ) dengan berpedoman pada Kaidah Ushul Fiqh yaitu ” Menolak Mafsalah ( Kerusakan ) Lebih Didahulukan dari Pada Mengambil Keuntungan”, Mengharap kepada para Bupati dan Forkopimda untuk mempertimbangkan agar Pulau Madura di LOCKDOWN untuk sementara waktu dengan menutup Akses masuk dari Jembatan SURAMADU dan Akses masuk dari Pelabuhan Kamal serta Akses lainnya, dengan pengecualian bagi Orang atau pihak yang memiliki kewajiban tertentu, Hal ini bertujuan agar mengurangi resiko penyebaran COVID-19 .

Disaat Itu pula Awak Media Radar Post Nasional menghubungi Bapak KH Ach Sajjad Am SH, Ponpes Nurul Karomah Pragaan Daya, Paragaan Sumenep Lewat Telfon Selulernya Terkait Surat Edaran ” Badan Silaturrahmi Ulama’ Pesanntren Madura ” Nomor : 17/BASSRA/A/2020. Perihal : Seruan Menghadapi Wabah COVID-19, Beliau memaparkan dengan bijak dan santun, kami sangat prihatin /peduli dengan keadaan saat ini bahkan ini masukan dari kami bukan hanya di Suramadu atau di Pelabuhan Kamal, Bahkan yang perlu Di perhtikan juga Di Pelabuhan Kalianget, Serta Lapangan Udara Trunojoyo, Kami Atas nama Warga Mari kita Begandengan tangan, lakukan Masdarkum ( Masyarakat Sadar Hukum ) Sesuai Himbauan Bapak Ka Polri, sekali lagi dengan adanya Surat Edaran Tersebut Kami mendukung Serta kami Ucapkan Trimakasih Kepada Semua Media Baik Elektronik Maupun Cetak, Tidak mengenal waktu dan tempat kadang pula meninggalkan keluarga Ingat Siddiq, Tabbliq, Amanah, Fatonah, Pesan Bapak Kyai mengakhiri Pemmbicaraanya.

Baca Juga :  Lagi, 7 Orang Pelanggar diberikan Sanksi Saat Operasi Yustisi Di Desa Gumayun

WIE

 31 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of