SUMENEP, RPN – KM Sabuk Nusantara 115 Keberangkatan dari Pulau Masalembu Menuju Pelabuhan Kalianget Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, Menuai Kritikan Keras Oleh Masyarakat Setempat

Pasalnya, Ada seorang pasien (Sakit Stroke) yang mau ikut KM Sabuk Nusantara 155, sempat terjadi cekcok atau adu mulut, keluarga pasien dengan Seiken atas nama Singgih

Ketua Pemerhati Masyarakat Pulau Masalembu, Maktub Syarif menuturkan tindakan Dan sikap Seiken atas nama Singgih, Kapal Sabuk Nusantara 155,dinilai tidak manusiawi kepada pasien yang kondisinya saat kritis, seharusnya diberikan pelayanan terbaik di khususkan pada pasien tersebut,

“Seharusnya Saiken Atas nama Singgih dibawa kapten kapal sebagai pemegang otoritas penuh di atas kapal mengambil tindakan tepat untuk memberi tempat khusus terhadap penumpang dengan kondisi kesehatan yang kritis agar tidak membaur dengan penumpang yang lain,” Kata syarif

Masih Syarif menambahkan, terlebih ada himbauan pemerintah terkait memutus mata rantai penularan Covid 19, sehingga ketika ada penumpang yang mengalami gangguan kesehatan apalagi kondisi kritis harus ditempatkan dikamar klinik sebagai langkah isolasi

“Tindakan kapten tersebut, tidak akan pernah saya biarkan, seharusnya budi suherman tidak menjadi kapten di kapal perintis seperti KM Sabuk Nusantara 115, laporkan kementrian Perhubungan Republik Indonesia,” Paparnya

Sementara Itu, salah satu masyarakat masalembu, Moh, Juri, mengatakan seringkali terjadi diskriminalisasi pelayanan Kapal Sabuk Nusantara 155, terkait persoalan tingkat pelayanan tersebut, seperti pelayanan penumpang Kepada orang sakit (kritis), kalau nyampe waktunya Kapal berangkat, ketika saat Ada orang sakit (kritis), sudah di tinggal Kapal tesebut,

“Atau sebaliknya ada muatan barang ikan BOK, ternyata faktanya masih ditunggu sampai barang tersebut dibawa ke selatan oleh Kapal Sabuk Nusantara 155, sebenarnya Kapal tersebut, milik pengusaha ikan atau milik Negara yang ditugaskan kepentingan masyarakat banyak,” Tegasnya

Baca Juga :  Tuduh Wartawan Lakukan Intervensi, FPII Rohul Laporkan ATR/BPN

“Jadi kalau melihat kondisi seperti ini, sangat miris pelayanan Kapal Sabuk Nusantara 155, kalau hanya mementingkan barang muatan Ikan bok yang diprioritaskan, ketimbang nyawa orang yang kondisinya kritis,yang di dugaan ada pembiaran,”Terangnya

Sedangkan, petugas Syahbandar pelabuhan masalembu Inisial ED menyampaikan, Kami sudah sesuai kewenangan dari Kantor Syahbandar atau Unit Penyelenggara Pelabuhan Masalembu dibawah Kementrian Perhubungan sudah memberikan keterangan kesehatan,

Hal ini,disampaikan oleh petugas Puskesmas masalembu Inisial UA pihaknya diberikan surat rujukan dari puskesmas masalembu

“Semuanya dilengkapi apa yang menjadi aturan pagi orang sakit yang mau ikut Kapal Sabuk Nusantara 155 tersebut,”sambungnya

Bahkan, petugas Syahbandar bersama petugas puskesmas masalembu menemui Kapten KM Sabuk Nusantara 155, melalui Seiken atas nama Singgih kalau pasien layak dirujuk ke selatan untuk mendapatkan perawatan yang intensif,

“Kemudian Seiken atas mama Singgih menolak semua berkas yang sudah lengkap, dengan alasan ada Surat keterangan karangtina yang harus dilengkapi,”ucapnya

Sedangkan aturan tersebut, tidak Ada pemberitahuan terlebih dahulu yang dibuat Kapten KM Sabuk Nusantara 155, melalui Seiken atas nama Singgih, pungkasnya.

Dy/Zain/Friz

 74 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of