Semarang,RPN – Salah satu warga kelurahan Kalipancur Semarang kecamatan Ngaliyan kota Semarang Heran dengan kinerja pihak kelurahan yang di anggap lamban. Pasalnya warga yang mau mengurus sertifikat tanahnya sendiri yang dibeli pada 2015 lalu di persulit pengurusannya.

Singkat cerita Ibu Rina Berniat mengurus tanahnya yang Dibeli pada tahun 2015 lalu merasa ada yang menghalangi oleh segelintir oknum warga setempat.

“Entah apa yang ada dibenak mereka kenapa sampai menghalangi ibu Rina untuk mengurus tanahnya sendiri ?” Ucap Rina.

Terpisah Salah satu staf kelurahan yang sempat ditemui wartawan (AG) mengatakan. “Waktu kejadian tersebut pak saudara (AG) masih di tata permintaan di bidang pertanahan dan juga pernah menangani tanah ini dan (AG) ada permasalahan dengan warga”. saat di tanya masalahnya (AG) tidak bisa menerangkan dengan jelas kepada awak media.

“Menurut staf terkait ada salah satu warga yang tidak setuju kemudian saya laporkan ke kasubbag pertanahan ibu yulikurnia mas, Setelan itu saya sudah tidak mengikuti persoalan itu lagi mas”. Terangnya.

“Pada 2019 yang lalu saya pindah di Kalipancur jadi saya ingat dikit- dikit mas kalau kemaren sempat mengadakan pertemuan sama Bu Rina warga dan pak RT pengennya pak RT untuk membahas persoalan tanah tersebut”.

Saat ditanya tanah tersebut sengketa apa tidak? Staf lurah mengatakan “kalau tanah tersebut pernah dibuatkan surat serta bilang tanah tersebut tidak bersengketa. tapi ditarik lagi sama pak Heru camat dan Bu lurah”.

“Saya membeli tanah tersebut tidak ada permasalahan apa-apa dengan penjual. tapi saya minta untuk pelayanan surat- surat itu di hambat oleh oknum warga dan aparat kelurahan”. Terang Rina.

Baca Juga :  Panas Puasa, Tak Surutkan Semangat Babinsa Pancur Bantu Kerja Bhakti Warga

Waktu saya mau meminta surat tidak sengketa tidak dikasihkan cuma diberikan surat garapan saja dan saat saya mau memberikan tanah tersebut saya di hentikan oleh oknum warga saat di tanya oleh Bu Rina tetangganya bilang kalau tanah tersebut dibangun akan mengganggu pemandangan menurut mereka.

Bahkan mereka mengklaim kalau lahan tersebut mau dijadikan taman itu stadment pak RT tersebut,Mas (red ) saya kan beli dari tangan pertama Dan tidak ada sengketa atau surat lainnya.

Salah seorang Warga juga menerangkan bahwa tanah tersebut tanah Fakus (fasilitas khusus)

“Alasan Bu lurah bahwa hampir tiap hari di tekan oleh warga seperti pak RT sama orang yang tidak suka sama saya katanya tiap Hari datang ke kantor kelurahan meminta kalau lahan itu di jadikan taman”.

Seharusnya di sini (kelurahan kalipancur) yang di pimpin oleh lbu lurah Indriastuti,SE,MM. Siapapun tidak di benarkan mengintervensi seorang lurah terkecuali lurah tersebut melakukan kesalahan.

Dan di sini seharusnya lurah Harus Adil jangan karena ada intervensi dari oknum warga yang merasa tidak nyaman apabila ada bangunan di dekat mereka.

Saat di hubungi oleh wartawan melalu WhatsApp. lurah kali pancur mengatakan. “Ya maaf mas tadi ada rapat sampai setengah 3’an mas maaf ya. kalau saya mohon ketemu warga pada Hari Jumat malam sekali ini aja putusannya apa mohon mas bisa sama-sama diwil dulu suwun”.

Padahal sudah pernah di adakan pertemuan dengan warga bahkan tidak sekali saja tapi tidak ada hasilnya. Dan sebelumnya dalam rapat tersebut yang mempermasalahkan tanah ibu Rina hanya 3-4 orang saja. Serta notabenya mereka juga bukan warga setempat mereka juga pendatang mereka keberatan.

Baca Juga :  Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Yang Ke 74 Di Desa Dimoro, Purwodadi Jawa Tengah.

Adi

 32 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of