Surabaya,RPN – Ribuan buruh mulai bergerak menuju Bundaran Waru, Rabu siang (11/3). Berdasarkan pantauan di lokasi, buruh yang tergabung dalam Gerakan Tolak Omnibus Law (Getol) ini mulai berdatangan dari sisi pintu keluar Gerbang Tol Waru sekitar pukul 12.30 WIB.

Teriakan “Hidup buruh… hidup buruh… hidup buruh…!,” menggaung, mengiringi long march para buruh menuju titik kumpul Bundaran Waru. Mereka yang telah datang terdiri dari FSPKEP (Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan) dan SPBSI (Solidaritas Perjuangan Buruh Seluruh Indonesia).

Berbagai spanduk dan poster terlihat dibawa oleh para massa aksi. Intinya, mereka menolak tegas Omnibus Law. Tertera dalam spanduk massa aksi kekhawatiran apabila Undang-undang itu disahkan.

Ribuan buruh dari Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto dan Pasuruan ini melakukan aksi menolak Omnibus law. Mereka meyakini RUU Omnibus Law memang bakal menyusahkan buruh dan menguntungkan investor jika disahkan.

Ada 6 alasan menolak RUU Cipta Kerja banyak bertentangan dengan asas-asas pembentukan peraturan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam Pasal 5 UU No 12/2011. Misalnya asas kejelasan pembentukan, lembaga pembuat, asas kejelasan maksud dan tujuan.

Mulai “Hilangnya upah minimum”, “Hilangnya pesangon pekerja”, “Outsourcing seumur hidup”, “Kontrak seumur hidup”, “Pekerja asing merajalela”, “PHK dipermudah”, “Upah dihitung per jam”, hingga “Cuti haid dihapuskan”.

Ketua Umum FSPKEP Sunandar menegaskan, aksi ini sangat penting bagi para buruh. Mereka menolak pemberlakuan Omnibus Law, karena dinilai dapat mendegradasi buruh.

“11 Maret merupakan momen penting disampaikan dengan tegas supaya didengar pemerintah pusat yang saat ini menggelar rapat paripurna awal pembahasan Omnibus Law,” tegasnya.

“Kami serentak agar pemerintah Jokowi mempertimbangkan pasal di Omnibus law,” lanjutnya.

Sunandar menyebut, dalam Omnibus Law ada RUU yang mengatur jaminan hingga pendapatan para buruh. Menurutnya, pada pasal yang baru itu, UMK akan dihilangkan.

Baca Juga :  Eri-Armuji Unggul Hasil Quick Count, Risma: Terima Kasih Pada Warga Surabaya

Polda Jatim sendiri mengerahkan 3.432 orang personel guna mengamankan demo buruh yang menolak Omnibus Law di Bundaran Waru, Sidoarjo, Rabu (11/3/2020).

Ribuan orang personel itu datangnya dari 2.872 orang personel gabungan Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya, ditambah 560 orang personel Polresta Sidoarjo.

MS

 42 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of