Salatiga,RPN – Kata “wisata” tentu sudah tidak asing lagi saat ini, namun sebenarnya apa pengertian wisata?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian wisata adalah bepergian secara bersama-sama dengan tujuan untuk bersenang-senang, menambah pengetahuan, dan lain-lain. Menurut pendapat saya sendiri, pengertian wisata adalah suatu kegiatan perjalanan atau aktifitas yang dapat menyenangkan hati dan pikiran serta menyegarkan otak.

Kota Salatiga punya aset besar yang mampu menarik pengunjung yaitu pasar pagi. Kepala Dinas Perdagangan Salatiga, KUSUMO AJI, SH melalui Kasi Bidang Pengembangan Perdagangan SRI HARININGSIH.SH.MM, memerintahkan untuk penertiban waktu berdagang di Pasar Pagi Salatiga, alhasil dalam waktu sebulan penertiban pedagang dapat teratasi jam jual diberlakukan antara jam 01.00-06.30wib,hal ini di lakukan agar pedagang yang memempati kios atau toko tidak terganggu,dalam rangka penilaian ADIPURA Pamswakarsa, BUDIYONO didampinggi ketua paguyuban bersosialisasi dengan pedagang agar setelah berjualan agar kebersihan dijaga,jadi setelah berjualan tempat bersih.

Pasar pagi merupakan roda penggerak perekonomian masyarakat kota salatiga, karena pasar pagi mampu menyumbangkan retribusi pasar terbesar setiap tahunnya sebesar Rp. 386.920.800,00, dengan sistem E Retribusi. Jumlah pedagang di pasar pagi sebanyak 853 orang yang berasal dari salatiga dan sekitarnya, setiap hari pasar pagi mampu mendatangkan para pembeli dari berbagai macam daerah seperti dari kabupaten Semarang, kabupaten Boyolali, kabupaten Magelang dan dari kota Salatiga.

Pada setiap hari tak terkecuali hari minggu, pasar pagi Salatiga yang berada di jalan jendral sudirman banyak didatangi pengunjung dari dalam dan luar kota salatiga untuk berbelanja berbagai macam kebutuhan pokok, entah dikonsumsi sendiri atau dijual kembali. Bukankah kondisi tersebut sudah menyiratkan suatu pengertian mengenai “wisata”?Nah….mengapa tidak kita kembangkan sementara potensi wisata itu sudah ada tinggal kita konsep wisata yang kekinian secara bentuk, namun secara tampilan bisa menjadi destinasi wisata digital”.

Baca Juga :  Komsos, Babinsa Bulakbaru Ajak Stake Holder Desa Berikan Sosialisasi Pencegahan Corona Ke Warga

Destinasi digital merupakan destinasi yang menarik untuk dipamerkan melalui foto dan video yang diunggah ke media sosial. Dia mengatakan destinasi digital bisa berupa objek wisata, atraksi budaya, dan kuliner, baik yang sudah ada maupun yang akan dikembangkan. Dan, jika diunggah ke media sosial, destinasi itu akan tampak kreatif dan menarik. Destinasi wisata yang memiliki banyak lokasi yang menarik untuk diunggah ke medsos, kian diincar oleh para generasi muda.”

Kendati demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pasar tradisional bisa menjadi destinasi digital. Pertama, mengubah kesan pasar sebagai tempat yang kumuh menjadi tempat yang menarik, bersih, dan rapih. Kedua, memiliki ciri khas yang bersifat tradisional, baik dari aspek tempat maupun ragam dagangan seperti sayur, buah, tahu, tempe, daging maupun kuliner. Ketiga, memadukan unsur-unsur tradisonal dalam pasar, seperti transaksi jual beli dengan unsur-unsur tradisional lain, seperti atraksi seni budaya dan permainan tradisional. Dengan demikian pasar tradisional suatu daerah akan berbeda dengan daerah. Keempat, dapat dikunjungi oleh semua kalangan, baik wanita maupun laki-laki, anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Kelima, memiliki suasana pandangan mata yang unik untuk dilihat. Keenam, memadukan panorama pasar tradisional pasar pagi dengan tren wisata digital kekinian, yaitu dengan menyediakan spot menarik untuk berswafoto. Ketujuh, dikelola secara profesional dengan mengutamakan pelayanan dan kepuasan pengunjung, serta dipromosikan secara masif melalui media sosial. Selain itu, memiliki kalender even yang berkesinambungan, dan selalu menyuguhkan inovasi dalam atraksi seni budaya.

Setiap daerah, sesungguhnya bisa mengembangkan pasar tradisional dengan konsep wisata, asalkan punya keunikan masing masing. Dalam rangka memgembangkan pasar pagi salatiga menjadi pasar wisata, Dinas Perdagangan Kota selalu berupaya untuk meningkatkan kedisiplinan, kebersihan, penataan barang jualan, penataan parkir di lokasi pasar pagi dan promosi promosi baik online maupun offline. Dalam mewujudkan pasar pagi menjadi destinasi wisata dinas perdagangan bekerjasama dengan dinas dinas terkait dan kelompok paguyuban pasar pagi, membuat berbagai macam program kegiatan yang mendukung pasar pagi kota salatiga menjadi destinasi wisata, misalnya menjalin kerjasama dengan pihak hotel hotel di salatiga untuk membuat kegiatan paket wisata jalan jalan blusukan ke pasar pagi yang ditujukan kepada para pengunjung hotel.

Baca Juga :  Wakili Dandim, Dan Unit Intel Kodim 0719/Jepara Hadiri Rapat Pembentukan Satgas Ketahanan Pangan

Salah satu daya tarik pasar pagi salatiga adalah bahan pokok yang dijual di pasar pagi seperti sayuran, daging, ikan, buah, tempe, tahu tersaji dengan fresh dan aneka jajan pasar, wedangan tersaji dengan hangat, kesemuanya itu bisa terbeli dengan harga yang lebih murah dari pasar pasar lainnya. Selain itu suasana jam jual antara jam 01.00 sampai dengan jam 06.30 wib mampu membangkitkan rasa penasaran bagi masyarakat untuk menikmati belanja atau sekedar ngopi di pasar pagi dengan udara pagi yang segar.Mari kita menuju pasar wisata “Salatiga SMART ” (EDWIN DEi)

 77 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of