MEDAN,RPN – Jl. Timor no 36 Medan, Gaharu, kecamatan Medan Timur, Kota Medan, provinsi Sumatera Utara. Tidak pantas memiliki wakil kepala sekolah di SMK N 5 Medan.

Selasa, 11/02/2020 pada pukul 10:15 wib media radarpostnasional.com sudah 4 kali datang ke sekolah, tidak pernah ketemu dengan kepala sekolah Bapak Edison. Di saat kedatangan media ke tiga kali, media sempat bertemu dengan kepala sekolah hanya 2 menit, bapak Edison mempertanyakan “tujuan datang kemari apa?”.

Kita bertemu dengan bapak ingin silahturahmi dan konfirmasi. Ungkap media James Tampubolon. “Apa yang mau di konfirmasi”, ungkap bapak Edison. Yang ingin kita konfirmasi di
-kegiatan pembelajaran dan Ekstrakurikuler
tw I : 164.866.750
Tw II : 171.471.500
Apa aja yang di laksanakan. Dan kita ingin melihat foto dokumentasi pelaksanaan.

pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasana sekolah
Tw I : 49.879.000
Tw II : 45.950.000
apa saja yang di laksanakan dan kita ingin melihat foto dokumentasi sebelum dan sesudah di laksanakan.
Pengelolaan sekolah
Tw I : 65.793.401
Tw II :66.945.250
Apa saja yang di laksanakan.
Ungkap james tampubolon. Kepala sekolah bapak edison mencatat dan memberitahukan ” nanti saya kabari bapak untuk konfirmasi selanjutnya”.

Team media menunggu hingga 2 minggu, tidak ada respon dan di hubungi kepala sekolah bapak Edison.

Setelah ke 4 kali media radarpostnasional menjumpai KTU, kepala sekolah tidak ada, ungkap KTU. Tolong di telpon, di sms, atau di wa kepala sekolah. KTU mengatakan bapak lagi di luar, belum ada kabar dari kepala sekolah.”

Apakah kepala sekolah tidak punya waktu 5 menit selama 2 minggu ya bu” ungkap James Tampubolon. Di karenakan kami tidak bisa ketemu dengan kepala sekolah, dan tidak merespon team media, maka kami ingin meliput, ungkap James Tampubolon. Tidak bisa pak, karena harus ada izin dari kepala sekolah, ungkap KTU dan Wakil kepala sekolah. Kami izin meliput, di izinkan atau tidak kita meliput itu tidak urusan kami, karena kami uda izin, sekolah ini bukan milik perorangan atau bukan milik kepala sekolah, sekolah ini milik negara dari pajak masyarakat, jadi media berhak meliput sekolah, dan tidak ada yang bisa menghalang halangi kinerja pers sesuai undang undang pers no 40

Baca Juga :  Unggah Video Mesumnya bersama Mantan Pacar di Group WhatsApp, Pemuda Bangkal Sumenep di Jerat UU ITE

Tiba- tiba wakil kepala sekolah marah-marah hingga mengatakan, BPK, Inspektorat, sudah turun kesini, kalian bawa aja polisi sekalian kesini, dan bawa media lain kesini”, “tidak ada urusan kalian ke sekolah ini”.

Sesuai dengan pasal 14 tertulis keterbukaan informasi publik. Tanpa adanya keterbukaan tersebut, maka pihak terkait berleluasa melakukan korupsi, maka masuk di pasal 40 tindak pidana korupsi. (Red Yuliana Giawa)

 106 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of