Radarpostnasional.com- Medan, jl timor no 36, gaharu, kecamatan medan tim, kota medan, provinsi sumatera utara.

Di saat media radarpostnasional.com ingin bertemu kepala sekolah, pihak satpam selalu mengatakan tidak boleh masuk, karena tidak ada surat tugas. Padahal kita sudah tunjukin surat tugas dan KTA, hingga 3 kali media di perlakukan seperti itu, kita selalu mengalah, dan guru bapak Timbul hutauruk mengatakan supaya datang besok pagi pukul 07:30 pada hari jumat tanggal 07/02/2020. “Saya langsung sendiri yang pertemukan kepala sekolah”, ungkap pak timbul hutauruk.

Di saat media radarpostnasional.com menepati janji, bapak timbul hutauruk, hanya menyuruh masuk, itupun hanya 1 orang yang boleh masuk dan meninggalkan media didalam sekolah sendirian, tidak di pertemukan kepada kepala sekolah SMAN 7 Medan Bapak Masri Lubis. Di saat kita di dalam, bertanya kepada piket, yang ada di piket, bapak Gokman sianturi, kepala sekolah tidak ada di tempat. Di karenakan pihak media di bola-bolai dan tidak di hargai, pihak media j. Tampubolon langsung meliput sekolah. Wakil kepala sekolah Gokman sianturi langsung marah- marah terhadap j.tampubolon, karena langsung meliput.

Anda tidak punya hak untuk meliput, dan anda tidak ada izin dari kami untuk meliput, ungkap bapak Gokman sianturi. Untuk apa saya menghargai anda, sedangkan pihak sekolah ini tidak menghargai kami, dan kami pun punya hak untuk meliput, memfoto apa yang kami lihat. Ungkap j.tampubolon.

Dan guru olahraga bapak timbul hutauruk langsung marah-marah terhadap media. Kalian tidak punya hak meliput, karena ini milik kami, rumah kami. Sedangkan sekolah itu bukan milik pribadi atau milik bos. Sekolah itu di bangun dari uang negara dari pajak masyarakat.

Baca Juga :  LSM JCW Ancam Laporkan Pembangunan Jamban di SMPN 1 Kalianget ke Inspektorat

Karena kejadian yang di perlakukan satpam, guru, hingga wakil kepala sekolah, maka sangat kuat adanya dugaan korupsi di lakukan kepala sekolah bapak Masri Lubis, hingga di tutup-tutupi dan di lindungi oleh guru-guru dan staffnya, yaitu terkait pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana sekolah tahun 2019 yang mencapai:
Tw I= 70.807.421.
TwII= 30.576.350.
Kegiatan evaluasi pembelajaran mencapai:
Tw I= 90.164.400
TwII= 44.221.400

Dengan adanya perbuatan satpam dan guru, maka masuk di undang-undang pokok pers no 40 pasal 18 ayat 1: setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat yang menghambat dan menghalangi pelaksanaan. Dengan adanya pasal 40, maka masuk di pasal 14 keterbukaan informasi publik, tanpa adanya pasal 14, maka pihak terkait masuk di pasal 40, tindak pidana korupsi.
Red/team

 112 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of