SUMENEP, RPN – Terjadi lagi kekerasan fisik, bahkan dengan ancaman pembunuhan yang menimpa terhadap wartawan Ahmadi media Sindikat Post, di wilayah Pelabuhan Gayam, OPP Kelas III Sepudi, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur.

Pasalnya, Kejadian tersebut terjadi pada hari Juma’at bertepatan pada tanggal, 31/01/202, Pukul 08,00 Wib Dipelabuan Gayam.

Wartawan Sindikat Post, Ahmadi menjelaskan diancam dan dipukul dibagian kepala sebelah kanan.
“Pagi itu saya datang ke pelabuhan Gayam dengan tujuan untuk turunkan pesanan pembelian paving stone untuk pembangunan Asta keramat Raden Angganiti. Tiba – tiba dipelabuhan Gayam ada petugas pelabuhan yang berlagak preman oknum petugas pelabuhan Gayam, Tanpa basa- basi atau bertanya dengan baik, tiba – tiba  mengeluarkan bahasa ancaman”.

Oknum petugas Pelabuhan Gayam yang bertindak lagak preman mengatakan dengan nada keras dan sombong “Ada apa wartawan ada disini, yang sering lapor, Ayo diceburkan kelaut biar tidak pulang kerumahnya,” katanya dengan nada ancaman oleh oknum petugas pelabuhan Gayam.

Lalu, Ahmadi menjawab dengan santun “emangnya ada apa, saya kesini untuk turunkan paving pesanan saya dari perahu”.

Kemudian, mendengar apa yang disampaikan oleh Ahmadi, tiba-tiba oknum petugas pelabuhan Gayam OPP Kelas III Sepudi, langsung marah sama saya, karena menganggap jawaban saya menantang dirinya, maklum di pelabuhan itu daerah kekuasaannya.

Setelah saya jawab, Oknum petugas Pelabuhan Gayam langsung memukul saya dibagian kepala sebelah kanan, tepat diatas telinga. Setelah memukul dia pergi kemudian saya melaporkan kejadian itu ke Polsek Sapudi,” ungkap Akhmad.

“Kami langsung melaporkan kapolsek setempat, diterima langsung oleh Kapolsek AKP. M.Sakrani, SH., MH.

Karena waktu itu anggota ada acara didesa Tarebung, dan Kanitnya ada dipolres Sumenep. Laporan harus menunggu sampai sore hari dan baru resmi diterima,” lanjut Akhmadi.

Baca Juga :  Diduga Sering Pesta Sabu dirumahnya, Warga Dapenda di Amankan Satreskoba Polres Sumenep

“Malamnya dengan Kapolsek dan anggotanya, saya diantar ke Puskesmas Kec. Gayam untuk divisum. Kasus ini sudah ditangani Polsek setempat, dan proses masih menunggu kanit yangg masih ada acara kedinasan di Polres Sumenep,” kata ahmadi

“Atas kejadian yang saya alami, demi kehormatan Jurnalis, media saya, saya tidak terima atas kejadian ini. Oknum petugas Pelabuhan Gayam itu harus  dihukum seberat -beratnya. Atas sikapnya yang ala preman pelabuhan,” pungkasnya.

Kapolsek Sapudi, AKP. M.Sakrani, SH., MH., saat dikonfirmasi terkait laporan pemukulan terhadap wartawan, Ia menjawab, “Proses lidik pak. Kanit dan Banit Reskrim masih ikut upacara pemberian Reward atas penangkapan kasus pembunuhan di Sumenep,” jawab AKP. M. Sakrani. Minggu (2/2/2020).

Dikesempatan berbeda, Dedik Pimpinan Redaksi media Sindikat Post, mengatakan akan mengawal kasus pemukulan terhadap wartawannya tersebut.

“Harus usut tuntas, akan kita kawal dan lakukan upaya-upaya hukum, supaya Sinol pemukul dan pengancam nyawa wartawan ini bisa kena sanksi pidana,”tukasnya.

(Zain/Dy/Ilham)

 4 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of