BOJONEGORO,RPN –  Seperti yang sudah kita ketahui dan rasakan bersama, tahun 2019 ini kita telah melewati musim kemarau yang cukup ekstrim,  beberapa minggu yang lalu Bojonegoro mengalami puncak musim kemarau dengan suhu tertinggi sempat mencapai 44°c, dan rata-rata perharinya adalah 36-40°c. Sehingga sebagian wilayah Bojonegoro mengalami kekeringan yang cukup parah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan fenomena ini terjadi, diataranya adalah faktor alam, pemanasan global, ataupun human error.

Saat ini prakiraan cuaca menurut BMKG sudah memasuki musim penghujan, seiring dengan itu pemerintah setempat telah berbenah dan mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari infrastruktur saluran air, sosialisasi kebersihan lingkungan, dan lain-lain.

Minggu pagi (3/11) setelah “car free day”, Bupati Bojonegoro Anna Mu’Awanah bersama Sekda Nurul Azizah berkeliling diseputar kota menggunakan sepeda untuk memantau kesiapan itu. “Pohon yang sudah tua rapuh dan berdekatan langung ditebang saja” tutur Bupati, selain rapih juga tidak membahayakan bagi pengguna jalan saat angin kencang terangnya. Mengenai perbaikan infrastruktur, Bupati juga meminta kepada pekerja agar berhati hati dalam bekerja, memperhatikan para pengguna jalan untuk tidak menaruh bahan material sembarangan dan membersihkan sisa kotoran dan barang yang tidak terpakai agar tidak mengganggu.

Bupati mengajak seluruh masyarakat Bojonegoro untuk menyambut dan menikmati hujan yang akan turun ini, masyarakat dan Pemerintah harus siap dan tanggap dalam menghadapinya, tambah Anna Mu’Awanah. (ED)

 16 total views,  1 views today

Baca Juga :  Tim Kebencanaan PD Muhammadiyah Kota Semarang Menyalurkan Bantuan Korban Banjir Jawa Tengah

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of