AMBARAWA,RPN – Kongres Sampah yang berlangsung tanggal 12-13 Oktober 2019 berlangsung di desa Kesonggo, Tuntang Kabupaten Semarang yang dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di ikuti sekitar 1500 peserta dari elemen pendidikan, pengusaha, akademisi, pemerintah daerah, wirausahaan propinsi dan masyarakat desa Kesonggo, dalam sambutannya Gubernur Ganjar Pranowo memberikan hal pemanfaatan limbah sampah yang dapat dipergunakan untuk segala jenis produk seperti kursi, tas, topi, meja, tali dadung, pigura, kertas lukisan, bahkan pupuk tanaman.

Gubernur menjelaskan bahwa limbah dari pampers di sulap jadi pupuk tanaman yang telah di produksi dan dijual untuk umum kembali ke masyarakat, dengan hidup bersih dan membuang sampah pada tempatnya banyak manfaat yang dapat kita lakukan, kenapa desa Kesonggo ditunjuk sebagai daerah atau berlangsungnya KONGRES SAMPAH yang pertama kali di Indonesia dan Jawa Tengah Khususnya, karena desa Kesonggo menjadi pelopor desa pengolahan sampah di Jawa Tengah, Kabupaten Semarang, di ikuti peserta dari berbagai daerah membuat stan UMKM berlangsung ramai dan tertib, saling menonjolkan hasil karya pengolahan masing-masing stan.

Sebagai kepala desa Kesonggo Bpk.Supriyadi mengucapkan selamat datang kepada pemerintah propinsi, kabupaten, pemerintah desa bahwa desa Kesonggo di tunjuk oleh Gubernur Ganjar Pranowo sebagai tempat di selenggarakan Kongres Sampah yang pertama kali di Indonesia, hal sama juga di sampaikan oleh ketua pelaksana ibu Peny Rahayu.

Malam hari diisi hiburan kesenian tari rawa pening, dan aneka hiburan dan jajanan hasil karya UMKM tersedia di stan pengunjung yang telah disediakan oleh panitia, di stan CV. BINA USAHA MANDIRI menampilkan mesin produksi daur ulang dari limbah plastik, mengumpulkan sisa plastik baik dari warga maupun dari limbah pabrik. Wanita Lulusan S1 komputer ini secara mandiri dengan ide dan kreatifitasnya menciptakan mesin pelebur daur ulang sampah plastik, daur ulang plastik dengan membuat hasil karya Mesin Bank Sampah.  Gubernur Ganjar Pranowo memberikan dukungan dan rekomendasi bahwa pembuatan mesin pres limbah ini nantinya dapat diterima masyarakat dan usahawan dapat membelinya dengan produksi yang telah di tunjuk pemerintah dalam hal ini BANK SAMPAH Mapan, mesin pres pengolah limbah.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo Indonesia bebas sampah residu 70% dibuang ke TPA, tapi itu semua akan di olah dengan mesin pengolah limbah, hasil residu yang diolah akan mengolah sampah yang ada di Indonesia, mesin yang dibuat sendiri alat pres dengan modal kemitraan dengan masyarajat, mesin ini dapat dipesan langsung melalui CV. Bina Usaha Mandiri, email :tokositiaminah@gmail,com, (Siti Aminah,S.Kom) sebagai bagian dari kegiatan usaha UMKM tersebut meminta perhatian pemerintah kabupaten, propinsi, dan pusat agar penerapan sampah yang ada di TPA dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha UMKM dengan bekerjasama dengan IKATAN PEMULUNG INDONESIA (IPI) Jateng, dan pemerintah nisa memberikan sunrikan  dana untuk memproduksi mesin limbah sampah, mesin yang di produksi oleh CV.BINA USAHA MANDIRI yang beralamat di Jl.Kerinci Dalam VI No.16 B Sambirejo Rt.03  Rw.IX Banjarsari Solo Jateng mendapat tanggapan dari pemerintah, dan masyarakat Solo khususnya.

Baca Juga :  Perspektif Islam tentang Mudik di Masa Pandemi Covid-19

Mesin pres itu sendiri menghasilkan bodi pres seperti ukran triplek atau hadboard dengan ketebalan 150 mm, tahan panas dan air, halninin juga dapat dipergunakan sebagai peredam mobil, penahan panas body pesawat, peredam ruangan. Pada kunjungannya ke stan “Bank Sampah Mapan”, Siti Aminah S.Kom menjelaskan kepada Gubernur Ganjar Pranowo bahwa CV.Bina Usaha Mandiri telah mengantongi surat kerjasama dengan Pertamina sebagai keseriusan kami produksi limbah plastik ini, alat produksi yang di bandrol harga murah ini sekitar 25jt sudah dapat banyak pemesan dari dalam dan luar daerah.

Dengan Kongres Sampah ini kita bisa sadar manfaat membuat sampah pada tempatnya dan dapat dipergunakan manfaat yang lain, mengajak kepada semua stage holder yaitu yang kami sebut Penta Helik (masyarakat, dunia pendidikan, dunia usaha, komunitas, dan media massa) untuk bersinergi dalam kegiatan kepedulian lingkungan hidup, hadir dalam pejabat pemerintah Kabupaten Semarang, Bupati Semarang, Dr. Mudjirin,SpOg. di dampingi Kajari, dan struktural pemerintah Pusat, Propinsi dan Muspicam Kecamatan Tuntang meninjau stan hasil karya anak negeri.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi stan KrisKros Ambarawa, stan yang memiliki 15 karyawan ini telah produksi limbah plastik menjadi dompet, tas, tockbath, ransel, koper, Wanita lulusan Lulusan Universitas Ciputra ini (S1 arsitektur interior)  putri dari Edi Sartono dan Elly Suyatmi mengawali produksi limbah plastik sejak dia kuliah, sebagai desainer merancang desain adalah kegiatan sehari-harinya, dan ide pun untuk merancang tas dari limbah plastik yang kini penjualannya sudah mencapai kita besar Jogja, Jakarta, Bali produk tas limbah plastik kriskros banyak di jumpai.

Gubernur Jateng bersama rombongan meresa tertarik dan membeli dompet wanita serta tas, produk telah tembus go internasional yang diminati turis asing dalam stan KONGRES SAMPAH di Kesonggo, tidak terhitung lagi piagam maupun piala berjejer di meja stan, dalam penjelasan kepada Gubernur Jateng, Deasy Esterina  akan bekerjasama dengan beberapa ormas atau partai untuk memproduksi JAKET, dalam kesempatan ini beliau sebagai owner kriskros mohon dukungan dan suport Gubernur Jawa Tengah sebagai kepala pemerintahan propinsi Jateng. (EDWIN Dei)

 33 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of