LAMONGAN,RPN- Kasus korupsi yang menyangkut dinas dinas di Lamongan kini mulai di periksa hari-hari ini Polda juga maraton memeriksa kasus dugaan korupsi terkait pengurukan tanah-tanah gedung kantor pada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dan perkebunan Lamongan tahun 2017. Sebagaimana diketahui bahwa anggaran pengurukan ini sebesar 1,6 milyar.

Namun diduga ada penyimpangan dalam proses pelelangan dan material pengurukan yang tak sesuai bestek. Untuk itu Polda Jatim pada hari ini, Jumat 11 0ktober 2019. Mulai memanggil pihak-pihak yang diduga tahu dan terlibat dalam proses lelang dan pengerjaan proyek tersebut dengan nomor surat : B/1611/X/RES.3.5/2019/Ditreskrimsus. Panggilan sementara masih para pejabat SKPD terkait dengan dasar Sprin.gas /1078/VIII/RES.3.5/2019/Direskrimsus. Dan surat ditandatangani langsung oleh KASUBDIT III TIPIDKOR AKBP. Yakhob Silvana. SIK.M.Si.

Dalam surat panggilan juga disebutkan CV. GLOBALINDO, selaku Konsultan dan juga sebagai kontraktor penyedia barang adalah CV. KAHEL TANI PUTRA Dengan Alamat. Dinoyo Deket Lamongan. Diduga CV. Ini adalah milik salah satu Anggota DPRD. Walaupun Dirutnya bukan namanya langsung yang tercantum.

Jadi sudah bukan rahasia lagi bahwa proyek-proyek di Kabupaten Lamongan hampir seluruhnya dikuasai para anggota DPRD Lamongan. Sampai sekarang wartawan belum bisa klarifikasi pemilik CV. tersebut yang juga anggota DPRD ternyata belum ada jawaban.

Dan juga klarifikasi terhadap Kepala Dinas Pertanian juga belum ada jawaban. Sedangkan pihak Humas juga kami hubungi tak tahu menahu terkait pemeriksaan di Polda Jatim tersebut. kepala dinas tanaman pangan hortikultura dan perkebunan Rudjito mau di konfermasi tentang pemanggilan ini belum bisa di temui dan beberapa kali wartawan media ini menemui di kantor, kata stafnya masih keluar.(ed)

 17 total views,  1 views today

Baca Juga :  Tuduh Wartawan Lakukan Intervensi, FPII Rohul Laporkan ATR/BPN

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of