Ambarawa,RPN-Hj.Wargiyati.SE adalah Kepala Desa Ngrapah kecamatan Banyubiru,Kabupaten Semarang yang berprestasi mengangkat swadaya dan swasembada pangan pemerintahan desa,beliau diberikan amanat pula oleh persatuaan kepala desa seluruh indonesia,sebagai Ketum DPP PAPDESI,sebagai terwujudnya pemerintah desa yang bersih dan akuntabel,di era zaman digital saat ini. Sebagai Ketua Umum DPP PAPDESI(PERKUMPULAN APARATUR PEMERINTAH DESA SELURUH INDONESIA) yang meliputi 30 DPD,diantaranya DPD JAWA TENGAH,JAWA BARAT,JAWA TIMUR,DIY,BANTEN,SULAWESI TENGAH,KALSEL,KALTIM,KALBAR,KALTARA, dibantu Sekjen EKA SAPUTRA(MAGETAN),bendahara Bpk.Yana(JABAR) Sebagai ketua DPP beliau bersama kepala desa di beberapa propinsi mengelar silaturahmi nasional di jakarta yang di hadiri oleh presiden RI Ir.Joko Widodo,dalam sambutannya H.Wargiyati.SE kepada presiden.

Bahwa sebagai kepala desa sudah semestinya pemerintah pusat bisa memberikan dana untuk desa atau biasa disebut Dana Desa jadi sebagai pemerintahan desa bisa mengatur keuangan secara mandiri dan dan dapat dipertanggung jawabkan,dan sebagai kepala desa saling bersinergi dengan program kerja pemerintah pusat dan daerah, Kunjungan dinas yang dilakukan Hj.Wargiati.SE ke berapa dinas, instansi, pemerintah kabupaten, provinsi bahkan dinas kantor kementrianian membuahkan hasil yang membanggakan.

Terbukti ds.grapah maju pesat dari sektor pertanian, perkebunan,perikanan dan Pembangunan infra struktur,jatah tanah bengkok seluas 5 hektar dipergunakan bersama sama warga masyarakat desa grapah untuk pologoro,pemerintahan desa yang bersih sesuai visi misinya terwujud di tahun 2007 beliau menjabat kades wanita pertama di desa tersebut yang melelang atau mengunakan hak pakai atas tanah desa secara lelang dan hasilnya masuk ke kas desa.

Sebelum beliau menjabat lurah tanah bengkok desa di gunakan oleh sekdes ngrapah dan peruntukannya kepada pihak ketiga yang langsung ditunjuk oleh sekdes,bpk.Prayit dan laporan keuangan desa tidak jelas bahkan sebagai kades terpilih beliau sempat menanyakan kas 50jt atas pengunaaan tanah bengkok desa ,program resik resik desa terwujud kali ini beliau membersihkan adminitrasi sistem adminitrasi yang benar di kantor desavngrapah,banyubiru,ambarawa.

Baca Juga :  Satgas BKO Kodim Persiapan dari Kodam IV/Diponegoro Siap Bertugas Sebagai Apter di Wilayah Indonesia Bagian Timur

Melalui kadus Pramono terjadi juga pemalsuan tanda tangan Kades Hj.Wargianti.SE yang dilakukan Sekdes (prayit) ,untuk pengunaan AJB an pihak ketiga yang di tunjuk oleh Sekdes ds.ngrapah Bpk. Prayit sekarang tidak lagi menjabat di kantor desa ngrapah tapi bagian pemerintah daerah kabupaten semarang,beliau juga memberanikan diri untuk mencalonkan diri menjadi Kades ngrapah periode 2019-2025 ,apakah masyarakat bisa percaya? hal ini juga dibenarkan adanya aduan masyarakat yang di tanggapi langsung oleh KasatIntelpam Polres Semarang AKP.SURAMTO.S.H,

Sebagai penggemban amanat desa grapah Selama menjabat Kepala desa 2 periode 2007-20013,2013-2019 bahwa hasil pologoro dibagi antara pihak penggelola 60% dan desa 40% hasilnya masuk kas desa dengan di tunjuk bendara desa sebagai penggelola anggaran Anggaran Pendapatan Desa,revalisasi jalan, talut, pembangunan yang sedang dilaksanakan sampai saat ini adalah pembangunan talut sungai sepanjang 5 km mulai ds.jonggrangan sampai sungai galeh sampai ke titik hilir banyubiru.

Awal menjabat KADES NGRAPAH Hj.Wargiyati.SE menunjukkan prestasi yang luar biasa hingga periode kedua di tahun 2013 beliau terpilih kembali menjadi kepala desa periode kedua,program kerja yang Belum terselesaikan dan menjadi PR (pekerjaan rumah)kades yang baru terpilih beliau langsung tancap gas menyusun progam kerjanya ke depan dengan bekerjasama dengan pihak terkait,

Hubungannya dengan pejabat terkait berjalan dengan baik,bantuan dana desa sebesar 500.000.000 dari pemerintah propinsi untuk pembangunan infrastuktur desa terselesaikan ,dalam laporan kinerjanya penggeloaan dana desa beliau melaporkan secara transparan kepada masyarakat,kas desa dan pengunaannya.

Badan Usaha Milik desa yang di jalankan akan membuat program wisata desa,dan kedepannya BUMdes akan membuat pencanangan kartu raskin khusus desa,massa bhakti jabatan kepala desa yang telah berakhir di tahun 2019 ini beliau di percaya kembali oleh warga masyarakat desa Grapah kabupaten Semarang untuk maju mencalonkan kembali sebagai kepala desa yang di restui dari tokoh mayarakat, kyai,vulama, pegawai aparatur negara, PAPDESI Kab.Semarang dan propinsi.

Baca Juga :  Bupati Samosir Salurkan Bansos Dari Bank BNI dan Kemensos

Dukungan semakin terus berdatangan dari berbagai elemen ormas harapannya agar program kerja yang akan di laksanakan dan yang yaitu kartu yang dibagikan untuk warga miskin atau tidak mampu, dengan saldo 500.000 setiap kepala keluarga raskin,dapat belanja kebutuhan pokok sehari-hari

Di keagamaan sebagai kades memberikan bantuan untuk tempat ibadah, bahkan ada tempat ibadah yang di bantu sebesar 10jt dari dana aspirasi dewan, dalam pemberian bantuan papun kepada masyarakat maupun fasilitas publik Bu Kades yang akrap di panggil ini selalu melibatkan BABINKAMTIPMAS Polsek Banyubiru dan KORAMIL banyubiru

Sejak menjadi kepala desa mulai tahun 2007 sampai 2019 pemerintahan desa yang bersih sudah terwujud ,bukti tidak temuan penyelewenggan dana desa yang terjadi, mantan Sekdes ds.NGrapah Bpk.Prayit menjadi rivalnya dalam pemilihan kepala desa ngrapah program kerja,VISI MISI saling dintunjukkan ke Masyarakat,dalam sosialisasi ke desa melalui tim suksesnya dibeberapa dusun beliau ( Hj.WARGIYATI.SE) bisa mendapatkan suara 67%.

Dengan Visi :”NGRAPAH BERSERI “(BERKAH,SEJAHTERA,RELIGIUS) Perangkat desa yang baru mempunyai slogan dalam pemilihan Kades grapah ini adalah pencalonan yang ketiga,walaipun banyak tawaran politik kepadanya untuk maju anggota Dewan ,bahkan wakil bupati beliau tidak mau berpolitik, sebagai putri daerah beliau ingin membesarkan desa Ngrapah menjadi desa yang maju, desa yang bergeografis di Obyek wisata Kampung Rawa banyubiru, bukit cinta, gunung merbabu, telomoyo, sebagai sektor pariwisata kabupaten semarang.

Perjuangan pengesahan rancangan Undang ndang desa akhirnya di sahkan menjadi UU des th 2014 oleh Pemerintah Pusat,fungsinya bahwa pemerintah bisa memberikan bantuan atau penggeloaan dana desa,tunjangan PPATd dari desa mulai hamongprojo sampai pendekatan ke Bupati Kab.Semarang terus dilakukan.

Pembayaran perangkat desa dari 40rb/bln,70rb/bln sekarang mencapai 450.000/bln,terbitnya uu desa berhak mendapatkan siltap(penghasilan tetap)di kab.semarang untuk perangkat desa 1jt 500rb,kades 3jt,sekdes 2jt,sekarang terbit pp 11 2019 bahawa perangkat desa setara gaji asn 2a,suatu bukti kinerja pemerintahan yang bersih sudah terwujud dan memang tidak di ragukan lagi, dalam rentan waktu berjalan selama menjabat sebagai Kepala Desa suatu hal yang membanggakan

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, Babinsa Saripan Dampingi BPBD Jepara Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Wanita yang dilahirkan di kab.Semarang 56 tahun ini di karunia 3 putri(Roro ayu istiningsih,arum puspita nugraheni Sip,nabila putri arisha) yang cukup matang ekonominya di keluarga sebelum beliau menjabat Kepala Desa Ngrapah,walaupun suaminya(Capt.Agung Topo Budi Susilo.MBA) sudah purna tugas tapi beliau masih bekerja sebagai kepala keluarga dan memberikan suport dan doa buat istri tercinta dalam pencalonan sebagai kepala desa grapah

Beliau mohon doa restu kepada masyarakat desa ngrapah,pendaftaran serta penetapan secara adminitratif telah di jalankan beliau dan tinggal kita buktikan di tanggal 27 Oktober 2019. (Edwin dei)

 19 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of