SALATIGA,RPN – Selasa 3 September 2019 sekitar pukul 10.00 wib BRM.M.Munier Tjakraningrat beserta rombongan mendatangani Kantor BPN/Pertanahan kota Semarang untuk melakukan klarifikasi beberapa dokumen e i g e n d o m verponding atas nama MOLIKOEL KOESNO/PAKUBUWONO X, kedatangan rombongan BRM.M.Munier Tjakraningrat beserta rombongan di terima langsung oleh Plt.Kepala BPN/Pertanahan Kota Semarang Sigit Rahmawan A. beserta jajarannya, kemudian mereka melakukan pertemuan di ruang rapat Plt.Kepala BPN/Pertanahan Kota Semarang Muhammad Andree Tjakraningrat yang ikut mendampingi ayahnya mengatakan bahwa BRM.M Munier Tjakraningrat sebagai Ahli Waris yang sah dari Malikoel Koesno/PAKUBUWONO X,

Di tahun 2012 baru diberitahukan oleh pihak Keraton Kasunanan Surakarta kalau ada yang mengaku sebagai ahli waris PAKUBUWONO, pihak Keraton melalui Kanjeng Wirabumi meminta kami datang ke keraton. Kami dirugikan dengan adanya klaim klaim itu, mengenai keberadaan silsilah, setiap kami datang ke keraton khususnya di Surakarta bagaimana pembagiannya, selalu di hubungkan dengan sisi yang lain, pada saat kami datang ke keraton bertemu dengan Kanjeng Wirabumi dan kami minta di izinkan memfotocopy eigendom atas nama Malikoel Koesno/PAKUBUWONO X sebagai Eyang kami yang aslinya kemudian di pegang oleh Agus.

Terkait masalah ini sudah ada putusan pidananya di Jogja, begitu juga yang ada di Solomadu, Agus Sutono yang mengaku ahli waris PB X di laporkan oleh pihak ahli waris yang sah yaitu BRM.M.Munier Tjajraningrat, pada saat mereka mengajukan gugatan di Jogja kami pernah intervensi dan kami pantau pada kegiatan terkait asal usul, yang kami kaget mereka membawa ini sebanyak 351 eigendom atas nama Malikoel Koesno dan kemudian saya dengar mereka megang suratnya keraton juga, akhirnya kami berkoordinasi ke keraton, ternyata dia suka jual beli eigendom, Agus Sutono di laporkan di Polresta Solo belum ada tindak lanjutnya, dengan laporan di Jogja di tindak lanjuti sampai ke tingkat pengadilan tinggi, Agus Sutono yang berstatus sebagai tersangka masih banyak kegiatannya bersama Is Sutanto warga Boyolali tersebut, tanggal 1 Oktober 2019 mereka tampak berdua bersama kroninya mendatangi sebuah kantor dinas di Semarang, hal ini mengurai masalah yang ada pada dirinya, berarti benar adanya bahwa dia masih menguasai surat berharga EIGENDOM VERPORDING, yang seharusnya dokumen ini di miliki BRM.M Munier Tjakraningrat sebagai ahli waris yang sah dari PAKUBUWONO X, mulai menyimpangkan silsilah, memalsukan data, bahwa tindakan pencurian.

Baca Juga :  Jelang Pilkada, Babinsa Rejosari Berikan Pelatihan Kepada Linmas

Agus Sutono selalu melakukan tindak kejahatan dengan mengaku ahli waris memperjual belikan eigendom verponding, pertanyaannya apakah bisa BPN melakukan sertifikasi balik nama tanpa ada ahli waris yang sah dari PB X yaitu BRM.M.Munier Tjakraningrat, apabila ini bisa terjadi berarti tindak kejahatan di lakukan bersama-sama, ini agar masyarakat tahu bahwa sebagai ahli waris yang sah keluarga BRM.M.Munier Tjajraningrat merasa silsilah keraton di rusak oleh AGUS SUTONO, bersama rombongan ahli waris PB X yang sah BRM.M.Munier Tjakraningrat bersama PLt.Kepala BPN /Pertanahan kota Semarang, Sigit Rahmawan A sedang menginvestarisasi status tanah di kota Semarang, hal ini di lakukan untuk mengetahui batas-batas tanah sesuai titik koordinat, karena ada di aturan keppres 32, itu yang menguasai, dalam hal ini tanah yang di inventarisasi sudah di kuasai pihak ketiga atau di kuasai pihak lain.

Hadi Subroto Mantan Kasubsi Sengketa BPN Ungaran yang ikut mendampingi BRM.M.Munier Tjakraningrat mengatakan kenapa kami bergabung dengan keluarga ahli waris sah Pakubuwono X, BRM.M.MUNIER TJAKRANINGRAT, saya tidak ingin memprovokasi, tidak ingin memihak yang saya alami dangdut jalani di Kendal maupun di Ungaran, mengenai sertifikat eigendom maupun verponding kita tahu dasar hukumnya sebagai orang BPN, eigendom untuk verponding yang di daftarkan dan yang tidak di daftarkan ada datanya di BPN.

Sebagai ahli waris yang sah BRM.M.Munier Tjakraningrat melakukan pertemuan dengan kepala BPN/Pertanahan kota Semarang, beliau menjelaskan asal usulnya dan sebagai ahli waris sah PAKUBUWONO X, beliau di dampingi putranya Muh.Andree Tjakraningrat, dalam jumpa pers ke awak media bahwa kunjungan ke BPN untuk silaturrahmi dengan kepala BPN kota maupun kab.Semarang untuk meluruskan permasalahan aset keraton yang di klaim banyak ahli waris yang maju sebagai ahli waris MOLIKOEL KOESNO, yang complain Eks.Moersoedrinah juga mengkomplain ahli warisnya yang di samping kantor/perusahaan Teh Sosro di kebun tebu.

BRM.M.Munier Tjakraningrat sendiri menjelaskan bahwa ia sebagai putra dari Kanjeng Ratu Pembayun, putri dari PAKUBUWONO X dan anak tunggal dari permasuri, kami betul anak dari Kanjeng Ratu Pembayun yang menikah dengan Tjakraningrat, ibunya menikah dengan bupati keturunan dari Tjakraningrat di Bangkalan Madura, sesuai dengan koordinat yang dimaksud dalam eigendom No.452 atas nama MOLIKOEL KOESNO (Susuhunan PAKUBUWONO X) itu di ketahui adanya beberapa perusahan yang sudah mendirikan bangunan di atas bidang tanah tersebut, antara lain PT. Carfic, Nasmoco, Nasmoco Aucyion dan minimarket BS Mart. Surat somasi telah di berikan kepada pihak yang menguasai lahan tersebut yaitu PT.RATNA MOTOR Nasmoco yang telah mendirikan bangunan di atas bidang tanah eigendom No.452 an.

Baca Juga :  Kadin Kabupaten Mojokerto Kuatkan Usaha dan Industri

MOLIKOEL KOESNO (Susuhunan Pakubuwono X) di wilayah kecamatan Yugu, kota Semarang, surat somasi pertama selama 14 hari agar PT. Ratna Motor – Nasmoco bisa menunjukkan bukti-bukti kepemilikan aset tanah tersebut. ( EDWIN DEI )

 14 total views,  2 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of