MOJOKERTO,RPN РMahasiswa bersama polisi di Mojokerto menggelar aksi solidaritas untuk Randi, aktivis mahasiswa Kendari yang meninggal dalam demo berakhir kericuhan. Selain salat gaib berjamaah, mereka juga membacakan tahlil dan makan tumpeng bersama. Kedatangan sekitar 50 mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Mapolres Mojokerto disambut Kapolres AKBP Setyo Koes Heriyatno. Para mahasiswa lantas diajak berdialog di ruangan Rupatama Sanika Satyawada.

Di hadapan massa PMII Mojokerto, Setyo menyampaikan permintaannya agar komunikasi antara Polres Mojokerto dengan para mahasiswa terus dijalin. Dia berharap para mahasiswa berkoordinasi dengan polisi jika ingin menggelar aksi unjuk rasa. “Supaya kami bisa menjaga adik-adik agar tidak disusupi orang-orang yang mempunyai tujuan lain. Memang tujuan kita bagus, tujuan kita untuk menyuarakan suara rakyat,” kata Setyo dalam sambutannya.

Usai berdialog, puluhan mahasiswa bersama Setyo dan anggotanya menuju ke Masjid Darul Istiqomah di dalam Mapolres Mojokerto. Dengan khusuk mereka menunaikan salat gaib untuk mendoakan arwah Randi. Mahasiswa Universitas Halu Oleo itu gugur tertembak saat demo berakhir kericuhan di depan kantor DPRD Kendari. Aksi solidaritas dilanjutkan dengan pembacaan tahlil. Di lokasi yang sama, para mahasiswa PMII Mojokerto lantas makan tumpeng bersama para polisi. Sehingga suasana kekeluargaan menjadi kental di antara mereka.

Ketua PMII Cabang Mojokerto Laudry Fathurahman mengapresiasi sikap Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno yang telah menyambut dengan ramah kedatangan para mahasiswa. Menurut dia, tujuan kedatangan mahasiswa kali ini untuk tabayun membahas peristiwa yang mengakibatkan meninggalnya Randi.¬†“Tujuan kami ke sini untuk tabayun membahas kejadian di Sulsel,” tandasnya. (Brm)

 12 total views,  1 views today

Baca Juga :  Apartemen Sanika Satyawada Dan Masjid Polres Wonogiri Di Resmikan Oleh Kapolda

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of