Benteng Van Den Bosch yang lebih dikenal dengan sebutan Benteng Pendem

Radar Post Nasional, Ngawi -Dunia pariwisata saat ini menjadi bidikan utama bagi hampir seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan merangsang adanya nilai tawar kepada investor. Demikian juga halnya dengan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ngawi yang belakangan ini terkesan tancap gas untuk melaju sebagai kompetitor bidang industri pariwisata terhadap Daerah lain yang telah lebih dulu mengumandangkan keberadaan destinasi wisata di wilayahnya.

Kabupaten Ngawi melalui Disparpora, Kominfo maupun Humasnya di bawah kendali Ir Budi Sulistyono selaku Bupati dan Wakilnya Ony Anwar, ST, MH tidak main-main dalam memacu industri wisata di wilayahnya. Mulai Wisata Sejarah, Wisata Edukasi, Wisata Religi, Wisata Budaya sampai dengan Wisata Alam yang menyuguhkan keindahan panorama yang mempesona, semuanya mempunyai daya saing baik di tingkat regional, nasional bahkan internasional.

Untuk wisata yang bertaraf internasional sebut saja Benteng Van Den Bosch yang terkenal dengan sebutan Benteng Pendem merupakan bangunan kuno saat VOC menguasai Bumi Nusantara di tahun 1602 Masehi yang menyimpan banyak cerita sejarah dengan berbagai bukti phisik yang ada di dalamnya. Disebut Benteng Pendem karena benteng tersebut pada bagian atap didesain sedemikian rupa sehingga kalau dilihat dari atas, dari pesawat terbang terlihat sebagai hamparan sawah. Dilihat dari sekeliling benteng, bangunan tersebut tidak terlihat lantaran dikelilingi tanggul yang ditumbuhi rerumputan. Benteng Van Den Bosch terletak di dekat pertemuan Bengawan Solo dan sungai Madiun yang pada jamannya dipergunakan oleh tentara Belanda sebagai markas komando. Singkat kata benteng tersebut menyimpan rekaman sejarah di masa kolonial Belanda.

Sekitar 20 km dari pusat kota di sisi jalan jurusan ke Solo terdapat Hutan Wisata dengan nama Monumen Soerjo. Di tempat itulah Gubernur Jawa Timur Raden Mas Soerjo wafat atas kekejaman PKI termasuk pembakaran mobil Gubernur. Monumen Soerjo berada di kawasan hutan jati yang relatif jauh jarak antara desa yang satu dengan desa berikutnya bagi mereka yang berkendara antara Ngawi-Solo. Area tersebut bisa digunakan untuk beristirahat dan bagi penggemar burung bisa sambil melihat-lihat berbagai burung di Pasar Burung yang berada di area tersebut,

Baca Juga :  Koramil 12/Mranggen Bantu Prosesi Pemakaman Orang Tua Kopda Harmono
Patung di dalam Moseum Trinil yang menggambarkan mengenai Manusia Purba

Musium Trinil yang menyimpan ribuan fosil binatang purba maupun manusia purba terkait dengan teori Darwin merupakan Wisata Edukasi yang pilih tanding di bidang Archeologi. Para Archeolog dari berbagai penjuru dunia berdatangan ke area sekitar Musium Trinil untuk melakukan kajian maupun penelitian. Dapat ditambahkan bahwa keberadaan Musium Trinil diprakarsai oleh 18 negara di dunia. Tak ayal lagi kalau Pelajar dan Mahasiwa oleh Pembimbingnya digiring ke Musium Trinil untuk memperdalam pengetahuannya.

Sedangkan untuk Wisata Religi Kabupaten Ngawi juga memiliki tempat wisata yang bertaraf internasional dibuktikan dengan adanya pengunjung dari negara Swiss yang melaksanakan ritual di tempat ini, yaitu di Alas Ketonggo yang secara nasional gaungnya sudah di akui oleh para praktisi spiritual di seluruh Indonesia dibuktikan banyaknya pengunjung dari luar pulau Jawa antara lain dari pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Bahkan belakangan ini menjadi ajang ritual dari para tokoh spiritual dari kerajaan Surakarta, Yogyakarta, Sumenep, Kediri dengan menggelar pakeliran wayang kulit menampilkan dalang dari Gunung Kawi.

Di dalam ruang Palenggahan Agung Srigati Alas Ketonggo

Mengenai Wisata Alam di Kabupaten Ngawi tidak bisa dihitung dengan jari. Kebun the Jamus dengan udaranya yang sejuk serta panorama pegunungan yang memukau, belum lagi Wisata Srambang dengan berbagai fasilitas termasuk bagi muda-mudi yang sedang demam selfi, ada taman wisata alam Sumber Penganten, Seloondho dan masih banyak lagi. Sekitar 7 km dari pusat kota kearah timur terdapat kolam renang yang airnya berasal dari sumber alam yang bernama Sendang Tawun. Kolam renang yang satu ini sangat melegenda dengan banyaknya bulus ( sebangsa kura2 tapi besar-Red.) dan mempunyai budaya tradisi yang sangat unik yaitu saat membersihkan mata air dengan istilah Keduk Beji disertai ritual turun temurun dengan adanya panggang kambing, gunungan yang terdiri dari berbagai macam makanan dan suguhan beraneka seni budaya.

Baca Juga :  Kaya Inovasi, Ds.Sumberkarang Wakili Lomba Kampung KB

Bagi mereka yang ingin sejenak berlama-lama di Ngawi Alun-alun Ngawi yang kelilingnya seluas 1 km merupakan wisata kota yang bisa memanjakan berbagai usia mulai balita sampai dengan lansia. Tersedia berbagai ragam mainan anak-anak, tak ketinggalan adanya Taman Lalu Lintas yang bersifat edukatif, berbagai fasilitas fitness dan tak kalah menarik adalah Taman Teraphi buat para lansia. (pdy)

 45 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of