SURABAYA, Resepsi pernikahan pasangan Rafidh Rabbani dan Ayu Widya Wulandari berlangsung meriah Minggu, 21 Juli 2019 di lantai 2 Gedung Wanita Chandra Kirana Jl Kalibokor Selatan 2 Surabaya. Bagi para undangan yang hadir, mereka telah menyaksikan ada yang berbeda dalam pernikahan itu. Apalagi kalau bukan Kirab Silat yang digelar Rafidh-Ayu untuk menunjukkan bahwa silat bisa tampil elegan di mana pun.


Menurut ketua panitia pernikahan Rafidh-Ayu, Riyadh Ramadhan, kirab silat yang disajikan dalam pernikahan adik kandungnya itu memang istimewa. Momen itu terasa unik karena baru kali ini digelar oleh para pesilat untuk kepentingan pernikahan. Sebelumnya biasa dikemas untuk penyambutan tamu negara dengan kurang lebih urut-urutan aksi yang sama. 

ijelaskan oleh pelatih silat IPSI (Ikatan Pelatih Silat Indonesia) Kota Surabaya, Achmad Jamaluddin S.Th.I, yang menjadi koreografer kirab silat, prosesi yang dipilih Rafidh-Ayu memang istimewa. Dalam kirab silat sebelumnya, para tamu agung yang disambut tidak ikut terlibat dalam aksi namun para tamu agung tinggal menyaksikan di tengah-tengah aksi dan di akhir aksi akan dikalungi bunga selamat datang. “Ini baru saya kemas lagi khusus untuk kepentingan pernikahan Rafidh-Ayu,” katanya. 


Ketika diminta untuk mengemas kirab silat oleh pengantin khususnya orang tua Rafidh yaitu pasangan motivator nasional Wuryanano-Christine Wu, Jamaluudin sangat antusias. Ia langsung membuat koreografi yang sesuai untuk pernikahan adiknya itu. “Apalagi mengingat Rafidh adalah pesilat dengan prestasi nasional maka acara pernikahannya ini sangat tepat kalau ada hubungannya dengan aktivitasnya selama ini dan itu ide yang bagus agar silat makin populer di masyarakat,” katanya.
Bahkan Jamaluddin sangat bangga karena terbukti pelestarian silat sangat mungkin dilakukan dalam bentuk acara apa pun. Ia merasa jika ada upaya-upaya aktif masyarakat seperti keluarga Wuryanano-Christine Wu maka peristiwa-peristiwa kebudayaan dapat disosialisasikan dengan lebih baik di tengah-tengah masyarakat. 
Apalagi jika dilihat dari event-event terkait silat yang digelar di Surabaya, kirab silat ini termasuk jarang sekali terlihat digelar masyarakat kota. Untuk itulah Rafidh-Ayu ingin agar kesenian kirab silat bisa menjadi peristiwa kebudayaan yang biasa disaksikan dalam pernikahan bahkan bisa diteruskan oleh pasangan pengantin lain yang ingin melestarikan kebudayaan sendiri. “Nantinya setiap pernikahan pasangan di Indonesia bisa saja dikemas dengan sentuhan baru yang mengangkat kebudayaan lokal,” tegas Rafidh, putra kedua pasangan motivator andal nasional Christine Wu dan Wuryanano itu. (*)

Baca Juga :  Arahan Danramil 01/Jepara, Babinsa Harus Bisa Menjadi Contoh Di Tengah Masyarakat


Teks foto kirab 2: Total ada 27 orang dilibatkan untuk menyuguhkan kirab silat dalam pernikahan Rafidh-Ayu.

 4 total views,  1 views today

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of