Episode: 6

Saumlaki. Radar Post Nasional. Generasi menenun kain yang telah di wariskan leluhur, kini telah di nikmati dan di giatkan lagi dalam bentuk usaha per-orangan, “individu” atau dalam bentuk per-kelompok-kelompok usaha tenun-menenun kain di Kabupaten Kepulauan Tanimbar – Saumlaki.

Berbagai ragam, corak, warna-warni motiv dan bentuk dari hasil tenunan kain yang di kreasikan dalam seni menenun. Semenjak leluhur,, mereka menggunakan bahan-bahan dasar yang masih bersifat alamia. Yaitu: Segumpal kapas putih yang di isi dalam suatu anyaman wadah kecil, dan di pintal-pintal memintal sehingga menjadi benang. Dan juga beberapa sat-sat pewarna dari tumbuh-tumbuhan alamia dan lain-lain, untuk mewarnai benang,, ini semuanya bersifat alamia. Dan generasi kini, semuanya bahan tenunan-nya, semua bersifat modern, artinya: benang yang sudah ada, secara instan dapat di bikinnya tenunan sesuai kebutuhan yang ada.

Seni dalam menenun, tidak hanya dalam satu macam motiv atau bentuk menenun, tetapi sebelum menenun tentuh di rancang dengan berbagai motiv dan bentuk,, misalnya; tenunan kain yang di namai atau di sebut dalam bahasa Tanimbar timur yaitu: Tayss Pepet,, Syall Pepet,, dan Pepet kety atau “Kain ikat”.

Dengan ini pemerintah daerah juga turut membantu dengan dana bantuan ke desa-desa, demi memotivasikan Menjadi suatu bentuk aset seni budaya yang dapat di kreasikan oleh per-orangan “individu” atau per-kelompok-kelompok usaha menenun kain, demi juga untuk memenuhi dalam kehidupan ekonomi mereka. Red. Bomaris.

 19 total views,  1 views today

Baca Juga :  Pagelaran Wayang Kulit Meriahkan Merti Dusun Jembangan

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of