Episode: 03

Saumlaki. Radar Post Nasional. Legenda menceritakan beberapa perau tua di masing-masing desa di kepulauan Tanimbar – Saumlaki – Maluku.

Nah di salah satu desa yaitu: desa Lorwembun yg persis di pulau Yamdena bagian timur utara, telah melegenda, telah menjadi sejarah sebuah perauh tua, yang sampai saat ini generasi kini belum mengetahui tentang sejarah perauh tua, atau di sebut dalam bahasa Tanimbar timur “”Kumal atau Kumil.

Kumil atau perau tua itu di namai oleh para leluhur desa Lorwembun yaitu: “”Kumil TUTUK RATW””.
Sumber Sejarah yang adalah: Bapak. Eliseus Farikamin Taurlembit Bomaris, (Almarum) menceritakan kepada anaknya: Bomaris Furken, sekaligus Beliau menggambarkan betuk waja-nya Perau atau Kumil TUTUK RATW tersebut,, lantas anaknya merasa lebih agak begitu perluh di realitasnya lagi, maka di bikinnya sebuah miniatur perau tua tersebut dari bahannya kulit pisang yang sesuai asli dari gambar yang telah di gambarkan oleh ayahnya tersebut.

Sejarah perau tua: Kumil TUTUK RATW, yang aslinya di kerjakan oleh:Maken atau bapak “” Ken Leliaru “” asal desa Lamdesar Timur,, dan di nakodai atau Jurumudiny√† oleh maken; Ken Silimel, dan anak buahnya; Ken Akosw, Ken Furken, Ken Lalinmel dll.

Dan Setelah datangnya para kolonial Belanda di desa Lorwembun, mereka menggunakan perau tua TUTUK RATW itu sebagai angkutan untuk keperluan kebutuhan mereka, dengan di kibarkannya bendera merah putih biru bedera kebangsaan Belanda di posisikan di bagian belakang perau tua tersebut.
Dan akhirnya kembalinya kolonial Belanda, dan datangnya lagi kolonial Jepang ke bumi Tanimbar di desa Lorwembun.

Maka kolonial atau tentara Jepang juga menggunakan perau tua: Kumil TUTUK RATW itu ke desa Onjout atau nama sekarang desa Adaut.
Kemudian Tentara Jepang menggunakan.perau tersebut, setelah kembali dari desa Adaut ke desa Lorwembun, perau tua: kumil TUTUK RATW telah mengalami perubaan, yaitu manuk-manuk yang menonjol tinggi atau mukanya perau tua: Kumil TUTUK RATW mukanya yang menonjol tinggi telah di ubah sejajar dengan badan perau. Sehingga tidak lagi terlihat manuk-manuk mukanya yang menonjol seperti aslinya. Red. Bomaris.

 19 total views,  1 views today

Baca Juga :  Hadapi Pemudik Di Situasi Pandemi Covid-19, Pemkel Karangkebagusan Adakan Rakor

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of